Ini Alasan Jero Kuota BBM Bersubsidi Jebol

Senin, 25 Agustus 2014 - 13:18 WIB
Ini Alasan Jero Kuota...
Ini Alasan Jero Kuota BBM Bersubsidi Jebol
A A A
JAKARTA - Ini Alasan Jero Kuota BBM Bersubsidi Jebol

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menjelaskan mengenai kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang terjadi beberapa waktu ini dikarenakan banyaknya pertambahan kendaraan bermotor.

"Ini kan tadinya kuotanya kita 48 juta kilo liter (KL) 2014, 2013 riilnya ada 46,2 juta kilo liter. Nah, sekarang 2014 kami menargetkan 48 juta kilo liter. Karena pertambahan mobil 1,2 juta, pertambahan motor 9 juta, mungkin turun jadi 46,2 juta kilo liter," ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Senin (25/8/2014).

Dia menjelaskan, pihaknya mengusulkan waktu itu di kisaran 48 juta KL, tapi dengan diskusi bersama komisi VII DPR mengenai situasi anggaran, pemerintah setuju subsidi BBM terlalu tinggi, harus dikurangi.

"Semua orang mengatakan itu, semua setuju subsidi BBM terlalu tinggi, habis sudah uang ke situ. Semua dana untuk infrastruktur, sekolah, habis semua dan kesedot ke sana. Kita sepakat semua harus turunkan," ujarnya.

Jero menambahkan, untuk penurunannya sendiri caranya ada beberapa yang sudah dilakukan. "Cari jalan macam-macam. Salah satunya adalah solarnya kita pakai dengan B10 ditambah dengan biodiesel 10%. Itu sudah jalan. Sekarang kita mau tambah jadi 20%. Kalau 20% kita gunakan biofuel, itu akan mengurangi 20% impornya," ujarnya.

Cara lain adalah diketatkannya BBM bersubsidi. Solar dan premium sangat diperketat. Menurutnya, kalau normal, maka kuota yang 46 juta KL itu hanya cukup sampai pertengahan Desember.

"Sehingga untuk menambah nafas, agar cukup, saya minta kepada BPH migas untuk mengadakan pengendalian. Tapi saya minta satu, nelayan miskin, bawah, jangan kena. Tetap harus dapat solar subsidi. Yang harus kena itu kapal-kapal besar," ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Raup Omzet Miliaran...
Raup Omzet Miliaran Rupiah, Aksi Lintah Solar Subsidi Dihentikan Polda Banten
Antrean Solar Bersubsidi...
Antrean Solar Bersubsidi Masih Terjadi, Ini Penyebabnya
Solar Subsidi Langka...
Solar Subsidi Langka di Daerah, Bos Pertamina Minta Tambahan Kuota
Petani di Wajo Sebut...
Petani di Wajo Sebut Kelangkaan BBM Subsidi Akibat Dijual Ilegal
Kuota Impor BBM SPBU...
Kuota Impor BBM SPBU Swasta Dipastikan Naik di 2026, Berapa Besarannya?
Kelangkaan BBM di Balikpapan,...
Kelangkaan BBM di Balikpapan, Pertamina Minta Maaf dan Ungkap Penyebabnya
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved