Sisa Kuota Premium Tinggal 10 Juta Kl untuk 5.000 SPBU
Senin, 25 Agustus 2014 - 17:08 WIB
Sisa Kuota Premium Tinggal 10 Juta Kl untuk 5.000 SPBU
A
A
A
JAKARTA - Vice President (VP) Corporate Communications PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir mengatakan, saat ini sisa kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium hanya bersisa 10 juta kilo liter (kl) dan harus memenuhi sebanyak 5.000 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk 140 hari.
"Sisa kuota premium saat ini tinggal sekitar 10 juta kl dan itu harus dibagi 140 hari untuk lima ribu SPBU di seluruh Indonesia," terang dia di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Senin (25/8/2014).
Oleh sebab itu, pihaknya perlu melakukan pengurangan premium yang disesuaikan dengan SPBU masing-masing. "Misal SPBU tiap hari habis 10 ribu kl, sekarang cuma dijatah 9.500 kl. Solar biasanya 10 ribu, sekarang cukup 8.500-9 ribu kl," tambah dia.
Saat ini, lanjutnya, stok solar bersubsidi masih bersisa 5,5 juta kl. Dia mengatakan, pemotongan penjualan BBM bersubsidi ini dilakukan terutama di Indonesia bagian barat hingga akhir tahun mendatang.
"Kalau BBM non subsidi bisa untuk 150 hari. Intinya stok BBM subsidi di Pertamina ada dan aman. Tapi penyalurannya aja ke SPBU yang dikendalikan dan dikontrol," jelas Ali.
Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat pemilik mobil pribadi untuk beralih dari BBM bersubsidi Menjadi BBM non subsidi.
"Kecuali yang sudah diatur di Permen ESDM Nomor 01 2013, contoh mobil tambang, mobil Pemda sudah kita larang. Mobil pribadi enggak bisa dilarang karena enggak ada dasar hukum mengikatnya," tukasnya.
"Sisa kuota premium saat ini tinggal sekitar 10 juta kl dan itu harus dibagi 140 hari untuk lima ribu SPBU di seluruh Indonesia," terang dia di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Senin (25/8/2014).
Oleh sebab itu, pihaknya perlu melakukan pengurangan premium yang disesuaikan dengan SPBU masing-masing. "Misal SPBU tiap hari habis 10 ribu kl, sekarang cuma dijatah 9.500 kl. Solar biasanya 10 ribu, sekarang cukup 8.500-9 ribu kl," tambah dia.
Saat ini, lanjutnya, stok solar bersubsidi masih bersisa 5,5 juta kl. Dia mengatakan, pemotongan penjualan BBM bersubsidi ini dilakukan terutama di Indonesia bagian barat hingga akhir tahun mendatang.
"Kalau BBM non subsidi bisa untuk 150 hari. Intinya stok BBM subsidi di Pertamina ada dan aman. Tapi penyalurannya aja ke SPBU yang dikendalikan dan dikontrol," jelas Ali.
Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat pemilik mobil pribadi untuk beralih dari BBM bersubsidi Menjadi BBM non subsidi.
"Kecuali yang sudah diatur di Permen ESDM Nomor 01 2013, contoh mobil tambang, mobil Pemda sudah kita larang. Mobil pribadi enggak bisa dilarang karena enggak ada dasar hukum mengikatnya," tukasnya.
(gpr)
Lihat Juga :