Harga Emas Global Jatuh Tertekan Penguatan USD
Senin, 25 Agustus 2014 - 19:06 WIB
Harga Emas Global Jatuh Tertekan Penguatan USD
A
A
A
NEW YORK - Harga emas global di perdagangan berjangka jatuh karena dolar AS (USD) menguat, membatasi permintaan logam sebagai alternatif investasi. Sementara perak menghentikan penurunan.
USD naik ke level tertinggi dalam 11 bulan terhadap euro dan terkuat terhadap yen sejak Januari lalu.
Penguatan USD merespon pernyataan Ketua The Fed Janet Yellen, yang mengatakan pembuat kebijakan harus yakin ekonomi AS pada pijakan solid sebelum meningkatkan suku bunga dan perdebatan bergeser ke arah kapan harus kembali ke skala akomodasi luar biasa.
"Pasar fokus pada pengetatan kebijakan moneter AS, yang menekan emas," kata Sun Yonggang, analis makroekonomi Everbright Futures Co, Shanghai, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (25/8/2014).
"Kami mengingatkan bahwa masih ada risiko terhadap pasar keuangan," jelasnya.
Emas untuk pengiriman Desember turun 0,1% menjadi USD1.279,60 per ons, pukul 07.23 di Comex, New York, AS. Harga logam sempat naik 0,4% pada 22 Agustus lalu.
Sementara perak naik 0,1% menjadi USD19,47 per ons, setelah jatuh dalam dua hari terakhir, pekan lalu.
USD naik ke level tertinggi dalam 11 bulan terhadap euro dan terkuat terhadap yen sejak Januari lalu.
Penguatan USD merespon pernyataan Ketua The Fed Janet Yellen, yang mengatakan pembuat kebijakan harus yakin ekonomi AS pada pijakan solid sebelum meningkatkan suku bunga dan perdebatan bergeser ke arah kapan harus kembali ke skala akomodasi luar biasa.
"Pasar fokus pada pengetatan kebijakan moneter AS, yang menekan emas," kata Sun Yonggang, analis makroekonomi Everbright Futures Co, Shanghai, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (25/8/2014).
"Kami mengingatkan bahwa masih ada risiko terhadap pasar keuangan," jelasnya.
Emas untuk pengiriman Desember turun 0,1% menjadi USD1.279,60 per ons, pukul 07.23 di Comex, New York, AS. Harga logam sempat naik 0,4% pada 22 Agustus lalu.
Sementara perak naik 0,1% menjadi USD19,47 per ons, setelah jatuh dalam dua hari terakhir, pekan lalu.
(dmd)
Lihat Juga :