Tingkatkan Kapasitas Produksi LPG ESSA Genjot Dana Capex

Senin, 25 Agustus 2014 - 20:56 WIB
Tingkatkan Kapasitas...
Tingkatkan Kapasitas Produksi LPG ESSA Genjot Dana Capex
A A A
JAKARTA - PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) berencana menghabiskan seluruh dana belanja modal (capital expenditure/capex) pada Oktober 2014. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi liquefied petroleum gas (LPG) refinery.

Direktur Keuangan Surya Esa Perkasa, Isenta Hioe mengatakan pada tahun ini perseroan telah mengalokasikan belanja modal sebesar USD21 juta atau setara Rp245,7 miliar. Sedangkan hingga akhir Juli 2014, perseroan telah menyerap capex sebesar 81%. Dia menargetkan, dana belanja modal akan diserap secara keseluruhan pada Oktober 2014.

"Dana ini akan digunakan untuk menggenjot program efisiensi produksi ESSA. Nantinya, bila program ini sudah berjalan, kapasitas produksi kita akan meningkat sekitar 50% dari kapasitas awal," kata Isenta usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan, Senin (25/8/2014).

Menurutnya, alokasi belanja modal tahun ini akan digunakan perseroan untuk peningkatan kapasitas produksi LPG refinery. Dalam pengerjaan proyek tersebut, ESSA turut menggandeng Enerflex Ltd, perusahaan engineering asal Kanada. Nantinya, seluruh kebutuhan perlengkapan teknis pabrik baru anak usaha PT Panca Amara Utama (PAU) di Palembang akan dipasok oleh Enerflex.

Kontrak kerjasama tersebut, menelan biaya sekitar USD17 juta atau sekitar 81% dari total alokasi capex. Sementara sisanya, akan digunakan perseroan untuk instalasi peralatan. Selama ini, kapasitas produksi ESSA tercatat sekitar 120 ton perhari atau 36.000 ton per tahun. Setelah proyek ini rampung, maka kapasitas produksi perseroan bisa melonjak hingga 50%.

Perseroan juga telah menandatangani perjanjian pokok jual beli gas (PJBG) dengan joint operating body Pertamina Medco Tomori Sulawesi senilai USD1,4 miliar. Pertamina Medco Tomori Sulawesi menyepakati memasok gas sebanyak 55 million standard cubic feet per day (mmscfd). Pengiriman gas akan dilaksanakan mulai kuartal IV 2016 hingga 2027.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pamit dari Komisaris...
Pamit dari Komisaris MDKA, Boy Thohir Borong 783,04 Juta Saham Surya Esa Perkasa
Selain Berubah Nama,...
Selain Berubah Nama, PT ESSA Industries Indonesia Tbk Kenalkan Sususan Direksi dan Komisaris Baru
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Penggagas Indonesia...
Penggagas Indonesia Terang Jalin Kerja Sama dengan Golf Sentul City
Pemkab Terima Bantuan...
Pemkab Terima Bantuan Tabung Oksigen dari PT Timah Tbk
Dipolisikan, PT Darmi...
Dipolisikan, PT Darmi Bersaudara Tbk Nilai Ada Upaya Kriminalisasi
Berita Terkini
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
33 menit yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
47 menit yang lalu
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
1 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
11 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
12 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
14 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved