Indef: RAPBN 2015 Tersandera Subsidi BBM

Rabu, 27 Agustus 2014 - 11:14 WIB
Indef: RAPBN 2015 Tersandera...
Indef: RAPBN 2015 Tersandera Subsidi BBM
A A A
JAKARTA - Direktur Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengungkapkan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 tersandera subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Belanja pemerintah pusat yang didominasi fungsi pelayanan umum dengan persentase 68,1 % dari total anggaran tersebut habis, yang beberapa diantaranya adalah pengadaan subsidi BBM dan gaji pegawai.

"Selama 5 tahun terakhir ini, APBN kita tersandera subsidi BBM yang sangat besar. Sekitar 20-40% dari total pengeluaran pemerintah pusat," ujar Enny di Jakarta, Rabu (27/8/2014)

Enny menjelaskan bahwa dengan kondisi ini, pemerintah dinilai tidak peduli terhadap kebutuhan masyarakat kecil. Pasalnya, dalam RAPBN 2015, total anggaran belanja subsidi untuk energi sekitar Rp363,5 triliun, namun subsidi yang disasarkan untuk masyarakat kecil sangat minim. Misalnya pangan Rp18,9 triliun, pupuk Rp35,7 triliun dan benih Rp900 miliar.

"Bagaimana kita bisa menstimulus masyarakat kecil, UMKM, infrasturktur, dan indeks pembangunan manusia jika semuanya diarahkan ke subsidi BBM. Padahal sejak tahun 2009, subsidi BBM terus meningkat di saat subsidi lainnya, seperti pangan, pupuk dan benih cenderung stagnan," ungkapnya.

Menurut dia, meningkatnya subsidi BBM tidak hanya disebabkan oleh melonjaknya harga minyak dunia, tapi juga akibat dari tidak masuk akalnya konsumsi BBM. Meningkatnya subsidi BBM lantaran tidak tepat sasaran, sehingga yang menikmati bukan rakyat kecil, namun masyarakat ekonomi menengah ke atas.

"Pemerintah hanya gembar-gembor peduli untuk masyarakat miskin, tapi dari segi kuantitatifnya tidak begitu. Pemerintah nampak lebih peduli kepada masyarakat menengah ke atas," lanjutnya.

Enny berpendapat, pemerintah seperti meninggalkan pembangunan pendidikan dan kesehatan, tapi menggenjot BBM bersubsidi, yang banyak digunakan oleh masyakarat menengah ke atas.

"Dengan kondisi tersebut, pemerintah terkesan mengabaikan fungsi terhadap masyarakat kecil," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus...
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi...
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi dalam RAPBN 2021
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
4 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
4 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
4 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
5 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Bahlil Beri Sinyal Ojek...
Bahlil Beri Sinyal Ojek Online Tak Dapat BBM Subsidi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved