Apersi Nilai Kemenpera Kurang Koordinasi Perumahan

Jum'at, 29 Agustus 2014 - 16:59 WIB
Apersi Nilai Kemenpera...
Apersi Nilai Kemenpera Kurang Koordinasi Perumahan
A A A
BANDUNG - Ketua Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (DPP Apersi) Ferry Sandhyana menilai, masalah perumahan masih belum juga terpecahkan.

Pihaknya tetap mengkritisi peran Kemenpera yang dinilai kurang mampu berkoordinasi untuk memperlancar program perumahan.

"Kemenpera tidak mampu berkoordinasi. Padahal, pemerintah menjadikan properti sebagai salah satu tolok ukur pertumbuhan ekonomi. Kita harus kritisi kemenpera," katanya, Kamis (28/8/2014).

Beberapa kendala perumahan saat ini, di antaranya kebijakan atau regulasi pemerintah yang menghambat pemenuhan kebutuhan perumahan. Pemerintah belum menjadikan perumahan rakyat sebagai prioritas. Pemda belum paham pentingnya peran para pelaku usaha properti.

"Saat ini harga lahan untuk pengembangan perumahan rakyat sangat tinggi, sedangkan alokasi dana APBN untuk perumahan masih kecil. Kondisi ini, menunjukkan minimnya keseriusan pemerintah terhadap perumahan sebagai indikator kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Selain itu, ada fenomena berubahnya tata ruang menjadi tata uang. Hal ini tak terlepas dari banyaknya fungsi lahan yang tidak transparan yang akibatnya dapat terjadi praktik jual beli.

Di tempat yang sama, anggota DPRD Jabar Yomanius Untung mengatakan, terkait masalah politis jabatan menpera, sosok menpera harus memilki pemahaman cukup tentang APBN jika ingin sukses dalam program pengurangan backlog.

"Kemampuan menpera dalam melakukan lobi politik harus sangat kuat. Sebab, pengurangan backlog memerlukan alokasi anggaran yang besar. Perubahan signifikan tidak akan terjadi jika Menpera ke depan tidak memiliki kemampuan lobby politik yang kuat," katanya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menteri Basuki Minta...
Menteri Basuki Minta Jangan Tutupi Hak Konsumen Saat Beli Rumah
PNS Pensiun dan Ahli...
PNS Pensiun dan Ahli Waris Siap-siap! BP Tapera Akan Kembalikan Dana Taperum
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Bantuan Subsidi Perumahan 380.376 Unit di 2021
Percepat Pembangunan...
Percepat Pembangunan SPAM Djuanda, Kementerian PUPR Beri Waktu 2 Minggu Prakualifikasi Lelang
PUPR Bangun Fasilitas...
PUPR Bangun Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan Pasca Bencana Gempa Sulteng
Ini Perkembangan Tol...
Ini Perkembangan Tol Semarang-Demak untuk Dukung Kawasan Industri dan Wisata Religi
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
40 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
Jumlah Dokter di Indonesia...
Jumlah Dokter di Indonesia Kurang dan Tidak Merata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved