Raskin Masih Dibutuhkan Masyarakat Ekonomi Bawah

Senin, 01 September 2014 - 20:04 WIB
Raskin Masih Dibutuhkan...
Raskin Masih Dibutuhkan Masyarakat Ekonomi Bawah
A A A
JAKARTA - Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) mengaku belum bisa memastikan apakah akan menaikkan atau mengurangi subsidi beras miskin (raskin) mengingat beras jenis ini masih dibutuhkan masyarakat kelas bawah.

Menurutnya, harus ada beberapa faktor dari raskin sendiri yang perlu mendapat perhatian khusus. "Yang perlu mendapat perhatian itu harga tebus. Ini terlalu jauh kan kalau dibanding dengan harga pasar. Kondisinya itu tidak pernah naik selama 7 tahun terakhir," ujar dia di Jakarta, Senin (1/8/2014).

Sutarto mengatakan, hal tersebut ada kemungkinan karena pengaruh dari harga-harga yang lain. Atau mungkin juga dari pemerintah bahwa harga tersebut harus ditinjau kembali.

"Mengenai harganya sendiri, saya belum bisa memastikan untuk kenaikannya. Ya kalau harga tebus raskin tentunya tadi, DPR masih minta coba diitung berapa. Karena Awalnya memang 50% dari harga pasar kan. Itu juga waktu sekian tahun yang lalu," ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Beras Meroket,...
Harga Beras Meroket, Berpotensi Munculkan Kaum Miskin Baru
Harga Beras Terus Melonjak,...
Harga Beras Terus Melonjak, PKS: Berdampak Serius Bagi Masyarakat
10 Negara Termiskin...
10 Negara Termiskin di Dunia, Anehnya Mayoritas Justru Kaya Tambang Minyak dan Emas
Tambah Beban Warga Miskin,...
Tambah Beban Warga Miskin, Beras Bansos Berkualitas Buruk Harus Ditarik
Harga Beras Mahal, Ratusan...
Harga Beras Mahal, Ratusan Emak-emak di Madina Rela Antre di Kantor Pos
Minta Pemda Rajin Pantau...
Minta Pemda Rajin Pantau Harga Beras di Pasar, Mendag: Naik Rp10 Saja Berdampak ke Warga Miskin
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved