Pembahasan RPP Pemberdayaan Nelayan Tidak Ideal

Selasa, 02 September 2014 - 21:15 WIB
Pembahasan RPP Pemberdayaan...
Pembahasan RPP Pemberdayaan Nelayan Tidak Ideal
A A A
BANDUNG - Pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pemberdayaan nelayan kecil dan pembudidaya ikan kecil dinilai tidak ideal. Tidak hanya itu, pembahasannya pun dianggap sudah telat.

Mestinya, sebagaimana dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Budi Laksana, pembahasan RPP tersebut dilakukan setelah adanya Undang-Undang Perikanan No. 31 Tahun 2004.

"Bahkan setelah UU Perikanan no. 31 tahun 2004 ditetapkan, peraturan pemerintah tentang pemberdayaan nelayan kecil dan pembudidaya ikan kecil harusnya sudah digulirkan," katanya kepada wartawan, Selasa (2/9/2014).

Menurutnya, semangat perjuangannya memang ada, tetapi inisiatifnya sudah dilakukan oleh nelayan sejak mengajukan gugatan ke mahkamah konstitusi tentang UU No. 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil terkait hak penguasahaan perairan pesisir.

Dia menambahkan, sejak saat itu, bersama organisasi nelayan lainnya, SNI lantas menyusun pedoman tentang perlindungan nelayan kecil. Namun, dia menyayangkan sikap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang tidak menunjukkan respon yang sungguh-sungguh.

"Baru sejak ada pertemuan di Roma yang difasilitasi FAO, KKP seperti kebakaran jenggot dan seolah mencari pengharapan di pemerintahan Jokowi-JK dengan semangat poros kemaritimannya," sambungnya.

Meski dirasa sudah terlambat, katanya, upaya pemerintah patut diapresiasi dan didukung untuk dilanjutkan. Dan SNI akan berupaya mendukung penuh yang berpihak pada nasih nelayan.

"Semoga saja pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan pro nelayan. Yang mengakomodir agar nelayan tidak tergantung dengan tengkulak sehingga bisa menjual ikan dengan bebas tanpa intervensi pemilik modal," katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
3 Hari Menghilang, 2...
3 Hari Menghilang, 2 Nelayan di Pesisir Barat Lampung Akhirnya Ditemukan
Dua Nelayan NTT Terdampar...
Dua Nelayan NTT Terdampar di Depan Kantor KBRI Oekusi
Nelayan Pangkep Terdampar...
Nelayan Pangkep Terdampar di Bali Setelah 15 Hari Terombang-ambing di Laut
Dihantam Ombak Besar...
Dihantam Ombak Besar di Perairan Wonggarasi Timur, 5 Nelayan Selamat 1 Hilang
Tiga Hari Hilang saat...
Tiga Hari Hilang saat Melaut, Nelayan Asal Maros Ditemukan Tewas
Nelayan Bintan yang...
Nelayan Bintan yang Hanyut 7 Hari Akhirnya Kembali ke Rumah
Berita Terkini
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
12 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved