Perang Dagang Kian Sengit, AS Siap Tampar China dengan Tarif 245%

Rabu, 16 April 2025 - 20:07 WIB
loading...
Perang Dagang Kian Sengit,...
China menghadapi tarif 245% untuk impor barang ke AS sebagai tindakan pembalasan Gedung Putih. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - China menghadapi tarif 245% untuk impor barang ke Amerika Serikat (AS) sebagai tindakan pembalasan Gedung Putih. Hal ini menandakan perang dagang antara kedua negara semakin memanas.

Pengumuman ini muncul ketika Presiden Donald Trump mengesahkan sebuah investigasi terhadap risiko keamanan nasional yang ditimbulkan oleh ketergantungan AS pada impor, mineral penting yang diproses dan produk turunannya, yang meliputi kobalt, lithium, dan nikel, serta logam tanah jarang yang digunakan untuk memproduksi ponsel pintar dan baterai kendaraan listrik serta peralatan militer.

Perintah Trump menunjukkan bahwa AS bergantung pada sumber-sumber asing, yang berisiko mengalami guncangan rantai pasok yang serius, berkelanjutan, dan berjangka panjang. Ketergantungan ini, menurut Gedung Putih meningkatkan potensi risiko terhadap keamanan nasional, pertumbuhan teknologi, dan kemakmuran ekonomi.

Baca Juga: Tur Asia Tenggara, Xi Jinping Desak Vietnam Lawan Intimidasi Tarif Trump

Melansir dari NDTV, saling balas tarif telah membuat AS memungut pajak 145% untuk impor dari China, dan China mengenakan bea masuk 125% untuk barang-barang dari AS. Beijing juga telah melarang ekspor barang-barang tertentu, termasuk yang digunakan oleh produsen kedirgantaraan dan kontraktor militer.

Seorang pejabat tinggi China menegaskan bahwa tarif AS memberikan tekanan kepada Tiongkok. Namun, pada saat yang sama China juga mengatakan bahwa ekonominya tumbuh melampaui perkiraan sebesar 5,4% pada kuartal pertama. Produksi industri naik 6,5% dan penjualan ritel 4,6% dari tahun ke tahun.

Meski demikian, Beijing memperingatkan bahwa kondisi ekonomi global akan menjadi lebih kompleks dan berat sehingga perlu banyak yang harus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan dan konsumsi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Rekomendasi
Berawal dari Iseng Main...
Berawal dari Iseng Main TikTok, Ini Perjalanan Sukses Kreator Konten Nickysya
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelakar Prabowo: Nanti...
Kelakar Prabowo: Nanti Ada Pertandingan Jenderal-Jenderal, Saya Wasitnya
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved