Dibayangi tekanan Jual, IHSG Berpotensi Balik Arah
Rabu, 03 September 2014 - 07:37 WIB
Dibayangi tekanan Jual, IHSG Berpotensi Balik Arah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi memiliki potensi berbalik arah melemah lantaran sentimen positif yang ada di pasar dibayangi tekanan jual.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, white marubozu melewati middle bollinger band (MBB). MACD mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali bergerak naik.
“Meski IHSG masih diselimuti sentimen positif, namun juga diikuti asing yang tercatat nett sell, sehingga dapat mempengaruhi laju IHSG berbalik melemah,“ kata dia, Rabu (3/9/2014).
Untuk itu, Reza menyarankan agar pelaku pasar tetap mencermati imbas dari pergerakan laju bursa saham global dan tidak langsung digunakan untuk melakukan ambil untung (profit taking).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.075-5.189 dan resisten 5.212-5.220. Sementara kemarin, laju IHSG mampu bertahan di atas target support 5.150-5.167 dan juga mampu melampaui target resisten 5.181-5.192.
Meski nilai tukar rupiah kemarin kembali melemah, namun laju IHSG mampu bertahan di zona hijau seiring masih adanya aksi beli para investor. Tampaknya pelaku pasar masih tereforia dengan rilis data-data inflasi dan neraca perdagangan yang mampu di atas estimasi, yang sebelumnya sempat diperkirakan kurang baik.
Di sisi lain, laju bursa saham global juga masih bertahan positif dengan adanya optimisme langkah bank sentral terhadap pemulihan ekonomi meski rilis indeks manufakturnya kurang baik. Akan tetapi, penguatan yang terjadi sedikit berkurang setelah asing berbalik catatkan nett sell.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 5.201,95 di jelang akhir sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.179,33 di awal sesi 1 dan berakhir di level 5.201,59.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, white marubozu melewati middle bollinger band (MBB). MACD mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali bergerak naik.
“Meski IHSG masih diselimuti sentimen positif, namun juga diikuti asing yang tercatat nett sell, sehingga dapat mempengaruhi laju IHSG berbalik melemah,“ kata dia, Rabu (3/9/2014).
Untuk itu, Reza menyarankan agar pelaku pasar tetap mencermati imbas dari pergerakan laju bursa saham global dan tidak langsung digunakan untuk melakukan ambil untung (profit taking).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.075-5.189 dan resisten 5.212-5.220. Sementara kemarin, laju IHSG mampu bertahan di atas target support 5.150-5.167 dan juga mampu melampaui target resisten 5.181-5.192.
Meski nilai tukar rupiah kemarin kembali melemah, namun laju IHSG mampu bertahan di zona hijau seiring masih adanya aksi beli para investor. Tampaknya pelaku pasar masih tereforia dengan rilis data-data inflasi dan neraca perdagangan yang mampu di atas estimasi, yang sebelumnya sempat diperkirakan kurang baik.
Di sisi lain, laju bursa saham global juga masih bertahan positif dengan adanya optimisme langkah bank sentral terhadap pemulihan ekonomi meski rilis indeks manufakturnya kurang baik. Akan tetapi, penguatan yang terjadi sedikit berkurang setelah asing berbalik catatkan nett sell.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 5.201,95 di jelang akhir sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.179,33 di awal sesi 1 dan berakhir di level 5.201,59.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :