Newmont Ekspor Perdana Pekan Depan

Kamis, 04 September 2014 - 16:08 WIB
Newmont Ekspor Perdana...
Newmont Ekspor Perdana Pekan Depan
A A A
JAKARTA - PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) telah sepakat melakukan renegosiasi Kontrak Karya (KK) bersama pemerintah yang diwujudkan dalam nota kesapahaman (memorandum of understanding/MoU) amandemen kontrak.

Setelah MoU, maka tim dari pemerintah dan NNT telah membahas rekomendasi ekspor untuk diajukan ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar segera mendapatkan izin ekspor.

"Pak Dirjen hanya tinggal memberi rekomendasi ekspor," kata Presiden Direktur Newmont Martiono Hadianto saat ditemui di Jakarta, Kamis (4/9/2014).

Menurut Martiono, setelah mendapat rekomendasi ekspor dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, selanjutnya menunggu rekomedasin ekspor dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Bentuk ini dituangkan melalui sertifikat Surat Persetujuan Ekspor (SPE).

"Setelah dapat rekomendasi dari Kementerian ESDM, maka tidak akan lama dapat izin ekspor dari Kemendag," ujar dia.

Martiono menargetkan, pengapalan ekspor konsentrat perdana dilakukan pekan depan. Dengan dikapalkannya produksi konsentrat ini, maka Newmont bisa melakukan produksi secara normal yang sebelumnya sempat terhenti akibat stok mineral olahannya mencapai kapasitas maksimum.

"Minggu depan akan ada pengapalan. Artinya, kami bisa beroperasi kembali," ujar dia.

Sebagai informasi, NNT telah menyepakati enam poin renegosiasi. Adapun enam poin renegosiasi itu, ialah pembangunan unit pengolahan dan pemurnian (smelter), luas lahan tambang, perubahan perpanjangan kontrak menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK), kenaikan royalti untuk penerimaan negara, divestasi, serta penggunaan barang dan jasa pertambangan dalam negeri.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gempa Berkekuatan M7,5...
Gempa Berkekuatan M7,5 Guncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur
Freeport Bisa Lega,...
Freeport Bisa Lega, Permendag Ekspor Konsentrat Rampung Pekan Ini
Gempa M3,6 Guncang Lembata...
Gempa M3,6 Guncang Lembata Nusa Tenggara Timur
Gempa M5,8 Guncang Bima...
Gempa M5,8 Guncang Bima Nusa Tenggara Barat
Peduli Bencana NTT,...
Peduli Bencana NTT, Anies Posting Nomor Rekening Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Pengumpul Donasi
Tambah Kapasitas Konsentrat,...
Tambah Kapasitas Konsentrat, Amman Mineral Anggarkan Rp23 Triliun
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
19 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved