IHSG Masih Miliki Peluang Menguat Terbatas
Jum'at, 05 September 2014 - 08:16 WIB
IHSG Masih Miliki Peluang Menguat Terbatas
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak variatif dengan peluang menguat terbatas, meski kemarin ditutup melemah.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengatakan, jika IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks menguat dan membentuk all time high di 5.232 pada sesi I perdagangan kemarin dan ditutup pada level 5.205 atau turun 18 poin (0,36%). Indikator RSI di area 50%, potensi reli lanjutan masih terbuka.
"Hari ini Indeks akan bergerak mixed to up dengan kenaikan terbatas," kata dia, Jumat (5/9/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.189 dan resistance 5.226. Sementara sentimen dari global cenderung variatif.
Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah, seiring penantian rilis data tenaga kerja negara Paman Sam tersebut. Pelemehan dialami indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,05% dan indeks S&P500 sebesar 0,15%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh keputusan Jepang dalam mempertahankan stimulus moneternya. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,52%. Sementara indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah 0,26%.
Sedangkan harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak variatif (mixed). Harga minyak mentah WTI turun 0,32% ke level USD95,23 per barel. Sementara harga emas Comex menguat 0,12% ke posisi USD1.271,80 per ons.
Dari dalam negeri, pemerintah akan mempermudah syarat pengajuan fasilitas pembebasan pajak untuk masa tertentu (tax holiday), serta memperluas sektor-sektor yang layak memperoleh fasilitas tersebut. Revisi aturan tax holiday dilakukan agar Indonesia lebih atraktif bagi investor, dan ujungnya dapat meningkatkan daya saing investasi Indonesia.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengatakan, jika IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks menguat dan membentuk all time high di 5.232 pada sesi I perdagangan kemarin dan ditutup pada level 5.205 atau turun 18 poin (0,36%). Indikator RSI di area 50%, potensi reli lanjutan masih terbuka.
"Hari ini Indeks akan bergerak mixed to up dengan kenaikan terbatas," kata dia, Jumat (5/9/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.189 dan resistance 5.226. Sementara sentimen dari global cenderung variatif.
Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah, seiring penantian rilis data tenaga kerja negara Paman Sam tersebut. Pelemehan dialami indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,05% dan indeks S&P500 sebesar 0,15%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh keputusan Jepang dalam mempertahankan stimulus moneternya. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,52%. Sementara indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah 0,26%.
Sedangkan harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak variatif (mixed). Harga minyak mentah WTI turun 0,32% ke level USD95,23 per barel. Sementara harga emas Comex menguat 0,12% ke posisi USD1.271,80 per ons.
Dari dalam negeri, pemerintah akan mempermudah syarat pengajuan fasilitas pembebasan pajak untuk masa tertentu (tax holiday), serta memperluas sektor-sektor yang layak memperoleh fasilitas tersebut. Revisi aturan tax holiday dilakukan agar Indonesia lebih atraktif bagi investor, dan ujungnya dapat meningkatkan daya saing investasi Indonesia.
(rna)
Lihat Juga :