Penggabungan BUMN Jangan Sampai 'Jeruk Makan Jeruk'

Selasa, 09 September 2014 - 12:52 WIB
Penggabungan BUMN Jangan...
Penggabungan BUMN Jangan Sampai 'Jeruk Makan Jeruk'
A A A
NUSA DUA - Rencana Kementerian BUMN yang akan menggabungkan dua perusahaan BUMN menjadi satu terus digaungkan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Hampir semua sektor akan dibangun company hoding.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad mengatakan, boleh-boleh saja asal tidak terkesan jeruk makan jeruk.

Muliaman menjelaskan, sebelum mengabungkan dua perusahaan harus dikonsolidasikan strateginya terlebih dahulu, jangan sampai tumpang tindih.

“Jangan sampai jeruk makan jeruk, antara anak usaha BUMN satu dengan yang lainnya saling membangi tugas secara baik. Sehingga demikian bisa efesiensi dan kita bisa mendorong hal itu,” ujarnya, usai membuka seminar internasional di Nusa Dua, Bali, Senin (8/9/2014).

Dia juga menyambut baik atas BUMN yang akan menggabungkan satu perusahan dengan perusahaan lainnya (merger) asal jangan tumpang tindih antara perusahaan satu dengan lainnya.

“Kita menyambut baik adanya merger, saya pernah mengatakan bahwa merger itu bisa secara bertahap atau bisa langsung. Tapi saya lebih setuju secara bertahap,” ujarnya.

Muliaman melanjutkan, salah satu alasan BUMN mengabungkan dua perusahaan menjadi satu adalah dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Hadad menyatakan, sekitar satu tahun OJK sudah memepersiapkan diri untuk menghadapi MEA.

“Dalam mengahadapi MEA kita sudah persiapkan pengembangan industri keuangan, kita akan terus mendorong jasa keuangan ini. Sekarang ini yang paling mendesak bagaimana kita bisa meningkatkan efesiensi cost yang lebih rendah, daya saing lebih terbuka agar kemudian daya saing bisa meningkat dan ini lebih transparan,” tuturnya.

Dia mencontohkan, saat OJK bekerja sama dengan KPPU untuk melihat suku bunga kredit-kredit mikro masih tinggi, OJK dan KPPU akan terus pelajari hal tersebut. sebab saat ini di mana-mana margin kredit mikro lebih tinggi.

“Saya harap itu bisa lebih rendah lagi karena sekarang margin ingeneral hanya 5%, tapi dari beberapa kredit mikro itu lebih dari itu, dan ini akan menjadi perhatian OJK,” tutupnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Srikandi BUMN Hadirkan...
Srikandi BUMN Hadirkan Lingkungan Kerja yang Inklusif
Kekecewaan Jokowi pada...
Kekecewaan Jokowi pada Sejumlah BUMN Sakit, Direspons DPP Pekat IB dengan Aduan ke KPK
Diskusi Mencari Sosok...
Diskusi Mencari Sosok yang Tepat Membangkitkan BUMN
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Erick Thohir Bakal Tutup...
Erick Thohir Bakal Tutup 7 Perusahaan BUMN yang Tak Beroperasi
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
7 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
8 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
10 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
10 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
10 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved