Tanpa Didukung Sentimen Positif, IHSG Berpeluang Melemah
Rabu, 10 September 2014 - 07:48 WIB
Tanpa Didukung Sentimen Positif, IHSG Berpeluang Melemah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pertengahan minggu ini diperkirakan berpeluang melanjutkan pelemahan jika tidak mendapat suntikan sentimen positif dari pasar.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola black marubozu menuju middle bollinger band (MBB). MACD mengalami penurunan dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik turun.
Laju IHSG kemarin gagal bertahan di target support 5.230-5.239 dan tidak mampu mendekati target resisten 5.255-5.265.
"Meski utang gap 5.224-5.241 langsung terlunasi dengan adanya pelemahan, namun juga memicu peluang pelemahan lanjutan jika tidak adanya sentimen positif dan naiknya daya beli yang mampu menahan penlemahan lanjutan tersebut," kata dia, Rabu (10/9/2014).
Dia memperkirakan, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 5.175-5.189 dan resisten 5.215-5.253.
Sementara kemarin IHSG cenderung bergerak melemah hingga akhir sesi. Tekanan jual karena profit taking pelaku pasar membuat IHSG tidak mampu bertahan dan melanjutkan kenaikannya.
"Apalagi dari laju rupiah kembali terdepresiasi, asing kembali nett sell, dan kurang kondusifnya laju bursa saham Asia setelah terimbas sehingga mengurangi mood pelaku pasar untuk melakukan pembelian," ujarnya.
Sepanjang perdagangan Selasa (9/9/2014), IHSG menyentuh level tertinggi 5.262,57 di mid sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.241,14 di awal sesi 1 dan berakhir di level 5.246,48.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola black marubozu menuju middle bollinger band (MBB). MACD mengalami penurunan dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik turun.
Laju IHSG kemarin gagal bertahan di target support 5.230-5.239 dan tidak mampu mendekati target resisten 5.255-5.265.
"Meski utang gap 5.224-5.241 langsung terlunasi dengan adanya pelemahan, namun juga memicu peluang pelemahan lanjutan jika tidak adanya sentimen positif dan naiknya daya beli yang mampu menahan penlemahan lanjutan tersebut," kata dia, Rabu (10/9/2014).
Dia memperkirakan, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 5.175-5.189 dan resisten 5.215-5.253.
Sementara kemarin IHSG cenderung bergerak melemah hingga akhir sesi. Tekanan jual karena profit taking pelaku pasar membuat IHSG tidak mampu bertahan dan melanjutkan kenaikannya.
"Apalagi dari laju rupiah kembali terdepresiasi, asing kembali nett sell, dan kurang kondusifnya laju bursa saham Asia setelah terimbas sehingga mengurangi mood pelaku pasar untuk melakukan pembelian," ujarnya.
Sepanjang perdagangan Selasa (9/9/2014), IHSG menyentuh level tertinggi 5.262,57 di mid sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.241,14 di awal sesi 1 dan berakhir di level 5.246,48.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :