alexametrics

RNI Resmikan Pusat Distribusi Pancoran

loading...
RNI Resmikan Pusat Distribusi Pancoran
RNI Resmikan Pusat Distribusi Pancoran
A+ A-
JAKARTA - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) meresmikan pusat distribusi (distribution center) Waroeng Rajawali di Hanggar Teras Pancoran, Jakarta. Distribution center itu akan melayani area DKI Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Tangerang.

"Distribution center (DC) sangat penting karena sebagai jantung distribusi barang ke gerai," ujar Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro di Jakarta, Rabu (10/9/2014).

Hingga saat ini, perseroan telah memiliki 11 DC yang tersebar di Lombok, Bali, Surabaya, Malang, Semarang, Yogyakarta, Makassar, Bandung, Jakarta, Serang, dan Medan.



Ismed mengatakan, keberadaan DC akan terus ditambah di seluruh wilayah Tanah Air, khususnya melekat di jaringan distribusi yang telah ada dan beroperasi.

Untuk tahap awal, DC minimal akan melayani 10 Gerai Waroeng Rajawali dan Rajawali Mart. Saat ini, perseroan telah memiliki 150 gerai di luar gerai dengan pola kemitraan.

"DC Pancoran bertujuan untuk mempermudah para calon mitra yang ingin bergabung dalam bisnis retail RNI," tambahnya.

Ismed menjelaskan, RNI secara prinsip membuka kemitraan pada siapa saja yang ingin membangun bisnis retail. Calon mitra yang telah memiliki bangunan atau ruang usaha sendiri akan lebih cepat untuk bergabung dengan RNI.

Program kemitraan ini, menurut dia, dibangun untuk mendistribusikan secara langsung produk-produk keluarga Raja dari RNI, diantaranya Raja Gula, Raja Daging, Raja Rendang, Raja Air, Raja Beras, Raja Teh , produk-produk BUMN lain, produk UKM dan produk swasta lain.

Saat ini, kemitraan sudah berjalan dengan PT Pos Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan, Koperasi Kementerian BUMN, Majelis Ekonomi Muhammadiyah, Inkopol, Inkopad, beberapa pesantren dan pihak perorangan.

"Para calon mitra juga tak perlu khawatir jika ingin bergabung dengan RNI karena perbankan, yaitu BRI siap memberikan fasilitas kredit bagi para calon mitra yang memiliki bangunan, namun modal investasinya masih kurang," tutur Ismed.
(rna)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top