IHSG Diproyeksi Melemah Terbatas
Kamis, 11 September 2014 - 08:25 WIB
IHSG Diproyeksi Melemah Terbatas
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari keempat pekan ini diproyeksi masih akan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah terbatas.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengungkapkan, jika IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak melemah coba menuju gap sebelumnya di 5.113.
"Hari ini, IHSG masih akan bergerak mixed (variatif) dengan kecenderungan melemah terbatas," kata dia, Kamis (11/9/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan bergerak pada kisaran support 5.117 dan resistance 5.178. Adapun sentimen dari Amerika Serikat (AS) positif.
Pasar saham AS cenderung bergerak datar, seiring penantian keputusan The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan. Indeks Dow Jones Industrial Avg ditutup menguat sebesar 0,32%, sementara indeks S&P500 naik sebesar 0,36%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dibuka menguat seiring dengan membaiknya data ekonomi AS. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 yang menguat 0,58% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan, yang naik 0,08%.
Sedangkan harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun tipis 0,02% ke level USD91,65 per barel. Sementara harga emas Comex menguat 0,37% ke posisi USD1.253,60 per ons.
Dari dalam negeri, investor menanti Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga acuan dalam negeri.
Dari sisi politik, masyarakat resah menanti pengesahan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) yang rencananya akan mengembalikan mandat pemilihan kepala daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)dari sebelumnya pemilihan langsung (oleh rakyat).
Sedianya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan melakukan sidang dan mengesahkan rancangan UU tersebut pada 25 September mendatang.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengungkapkan, jika IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak melemah coba menuju gap sebelumnya di 5.113.
"Hari ini, IHSG masih akan bergerak mixed (variatif) dengan kecenderungan melemah terbatas," kata dia, Kamis (11/9/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan bergerak pada kisaran support 5.117 dan resistance 5.178. Adapun sentimen dari Amerika Serikat (AS) positif.
Pasar saham AS cenderung bergerak datar, seiring penantian keputusan The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan. Indeks Dow Jones Industrial Avg ditutup menguat sebesar 0,32%, sementara indeks S&P500 naik sebesar 0,36%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dibuka menguat seiring dengan membaiknya data ekonomi AS. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 yang menguat 0,58% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan, yang naik 0,08%.
Sedangkan harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun tipis 0,02% ke level USD91,65 per barel. Sementara harga emas Comex menguat 0,37% ke posisi USD1.253,60 per ons.
Dari dalam negeri, investor menanti Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga acuan dalam negeri.
Dari sisi politik, masyarakat resah menanti pengesahan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) yang rencananya akan mengembalikan mandat pemilihan kepala daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)dari sebelumnya pemilihan langsung (oleh rakyat).
Sedianya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan melakukan sidang dan mengesahkan rancangan UU tersebut pada 25 September mendatang.
(rna)
Lihat Juga :