IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.170-5.205
Kamis, 18 September 2014 - 08:09 WIB
IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.170-5.205
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi cenderung menguat dan akan bergerak pada kisaran support-resistance pada 5.170-5.205.
Analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, sejumlah sentimen dari pasar global akan mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini.
"Kami melihat efek dari stimulus China masih akan berlanjut hari ini," kata dia, Kamis (18/9/2014).
Di sisi lain, investor akan mencermati hasil keputusan pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terkait kebijakan suku bunga. Sementara kemarin, IHSG berhasil rebound besar dengan kenaikan 1,12% atau 57,68 poin ke level 5.188,18.
Menguatnya IHSG mengikuiti gerak bursa regional yang mendapat sentiment positif dari langkah Bank sentral China mengucurkan stimulus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
The People’s Bank of China menyediakan dana 500 miliar yuan atau sekitar USD81,4 miliar kepada lima bank besar sebagai langkah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Hal ini juga dilakukan setelah melihat target pertumbuhan 7,5% tahun ini terancam tidak tercapai karena kelesuan sektor properti. Pertumbuhan ekonomi China merupakan magnet kuat bagi kawasan sekitar.
Analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, sejumlah sentimen dari pasar global akan mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini.
"Kami melihat efek dari stimulus China masih akan berlanjut hari ini," kata dia, Kamis (18/9/2014).
Di sisi lain, investor akan mencermati hasil keputusan pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terkait kebijakan suku bunga. Sementara kemarin, IHSG berhasil rebound besar dengan kenaikan 1,12% atau 57,68 poin ke level 5.188,18.
Menguatnya IHSG mengikuiti gerak bursa regional yang mendapat sentiment positif dari langkah Bank sentral China mengucurkan stimulus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
The People’s Bank of China menyediakan dana 500 miliar yuan atau sekitar USD81,4 miliar kepada lima bank besar sebagai langkah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Hal ini juga dilakukan setelah melihat target pertumbuhan 7,5% tahun ini terancam tidak tercapai karena kelesuan sektor properti. Pertumbuhan ekonomi China merupakan magnet kuat bagi kawasan sekitar.
(rna)
Lihat Juga :