Inflasi 2014 Tembus 9% jika BBM Naik Rp3.000/Liter
Jum'at, 19 September 2014 - 16:01 WIB
Inflasi 2014 Tembus 9% jika BBM Naik Rp3.000/Liter
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi jika Joko Widodo (Jokowi) menaikkan harga BBM subsidi Rp3.000 per liter, maka inflasi secara year on year akan mencapai 9%.
Hal tersebut dikatakan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara saat diskusi di Sekretariat Ansor, Jakarta, Jumat (19/9/2014).
Menurutnya, pihaknya telah memiliki skenario hitungan dampak kenaikan BBM subsidi terhadap inflasi.
"Inflasi menurut BI pada 2014 bisa menjadi 9% jika ada kenaikan (BBM bersubsidi) Rp3.000 per liter," katanya.
Menurutnya, setiap kenaikan harga BBM subsidi sebesar Rp1.000 per liter, maka akan berdampak pada tambahan inflasi sebesar 1% hingga 1,5%.
"Kira-kira per Rp1.000, sekitar 1%-1,5% tambahan inflasi. Kalau rata-rata 1,2%-1,1% tambah 3%-3,5% total jadi 9%," terang dia.
Sementara, jika pemerintah Jokowi memutuskan tidak menaikkan harga BBM di tahun ini, maka inflasi akan tetap berada di kisaran 5,32% di akhir 2014.
"Maka, kalau mau naikkan harga BBM, dan kalau enggak mau inflasi meningkat, setelah ini subsidi diganti fix subsidi. Segera berikan sinyal ketegasan ekonomi," pungkas Mirza.
(Baca: Kenaikan BBM Akan Sebabkan Inflasi Sesaat)
Hal tersebut dikatakan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara saat diskusi di Sekretariat Ansor, Jakarta, Jumat (19/9/2014).
Menurutnya, pihaknya telah memiliki skenario hitungan dampak kenaikan BBM subsidi terhadap inflasi.
"Inflasi menurut BI pada 2014 bisa menjadi 9% jika ada kenaikan (BBM bersubsidi) Rp3.000 per liter," katanya.
Menurutnya, setiap kenaikan harga BBM subsidi sebesar Rp1.000 per liter, maka akan berdampak pada tambahan inflasi sebesar 1% hingga 1,5%.
"Kira-kira per Rp1.000, sekitar 1%-1,5% tambahan inflasi. Kalau rata-rata 1,2%-1,1% tambah 3%-3,5% total jadi 9%," terang dia.
Sementara, jika pemerintah Jokowi memutuskan tidak menaikkan harga BBM di tahun ini, maka inflasi akan tetap berada di kisaran 5,32% di akhir 2014.
"Maka, kalau mau naikkan harga BBM, dan kalau enggak mau inflasi meningkat, setelah ini subsidi diganti fix subsidi. Segera berikan sinyal ketegasan ekonomi," pungkas Mirza.
(Baca: Kenaikan BBM Akan Sebabkan Inflasi Sesaat)
(izz)