SKK Migas Minta Cost Recovery Dinaikkan

Senin, 22 September 2014 - 14:20 WIB
SKK Migas Minta Cost...
SKK Migas Minta Cost Recovery Dinaikkan
A A A
JAKARTA - Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meminta dana operasional perusahaan migas yang dapat dikembalikan (cost recovery) dalam RAPBN 2015 dinaikkan menjadi USD17,8 miliar dari sebelumnya USD16,5 miliar.

"Sebelumnya cost recovery diusulkan USD16,5 miliar. Tapi mengingat adanya berbagai macam pertimbangan, maka cost recovery naik menjadi USD17,8 milar," kata Pelaksana Tugas (Plt) SKK Migas Johannes Widjanarko di DPR, Senin (22/9/2014).

Dia menuturkan, berbagai pertimbangan tersebut yakni kenaikan lifting minyak dan masih ada selisih berapa ribu barel dari sebelumnya 845 ribu bph menjadi 900 ribu bph serta ada perhitungan lainnya.

Hal tersebut karena untuk mempercepat produksi sehingga target lifting minyak yang ditetapkan dapat tercapai.

Upaya yang dilakukan untuk mencapai produksi minyak yaitu mempercepat rencana onstrem lapangan minyak baru yang diperkirakan awal 2016, namun dipercepat pada kuartal IV 2015.

Kemudian, lanjut Johannes, puncak produksi yang di targetkan 2016 ditarik pada 2015.

"Tapi ada konsekuensi, Producting Sharing Contract (PSC) ada ketentuan biaya yang dikeluarkan sendiri, ketika ditemukan cadangan, itu baru dihitung kembali sebelum dibagi kepada pemerintah," papar dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
September 2021, Realisasi...
September 2021, Realisasi Lifting Migas Capai 96% dari Target
Migas Non Konvensional...
Migas Non Konvensional RI Dilirik Asing, Cadangan Paling Besar Ada di Pulau Ini
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Pascapandemi, SKK Migas...
Pascapandemi, SKK Migas Siap Tawarkan Blok Migas ke Luar Negeri
Indonesia Butuh Rp2.800...
Indonesia Butuh Rp2.800 Triliun untuk Genjot Produksi Migas di 2030
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
18 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved