Pengusaha Mamin Terpukul Kenaikan Gas Elpiji 12 Kg

Senin, 22 September 2014 - 20:48 WIB
Pengusaha Mamin Terpukul...
Pengusaha Mamin Terpukul Kenaikan Gas Elpiji 12 Kg
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman menuturkan, kenaikan gas elpiji 12 kilogram (kg) yang dilakukan PT Pertamina (Persero) atas restu Pemerintah tersebut memukul pengusaha makanan dan minuman (Mamin).

Dia menyebutkan, industri kecil seperti catering yang paling terdampak dari kenaikan tersebut.

"Kalau gas elpiji 12 kg itu kebanyakan yang pakai itu industri kecil dan catering. Pengaruhnya yang paling besar kesana. Kalo Perusahaan besar menengah udah nggak pake itu. Perusahaan yang mikro sekali pakainya 3kg. Jadi sekarang yang saya lihat, yang kasian memang yang kelas kecil itu," ujar dia di Pullman Hotel Jakarta, Senin (22/9/2014).

Adhi mengungkapkan, akibat kenaikan harga gas elpiji tersebut menyebabkan mereka mengalami kenaikan cost (biaya). Terlebih, kenaikan tersebut cukup memberatkan yaitu sekitar 50%.

"Dan persentase energi untuk energi kecil itu relatif lebih besar. Kalau industri bedsar itu 8-12%, kalau industri kecil itu 15%. Otomatis kalau dia naik 50%, otomatis tambahan biayanya naik 7,5%," sebutnya.

Menurut Adhi, para industri kecil tersebut memiliki Daya tahan yang masih rendah. Sehingga, kenaikan harga produk pun menjadi pilihan terakhirnya.

Adhi menambahkan, dampak dari kenaikan tersebut juga menyebabkan sebagian bermigrasi ke gas melon (elpiji 3 kg). "Ya sebagian saya lihat sudah migrasi ke 3 kg," jelasnya.

Proses migrasi ini, lanjut Adhi, menyebabkan masalah tersendiri bagi pemerintah. Menurutnya, perpindahan konsumsi dari gas elpiji 12 kg ke gas melon menyebabkan suplai gas melon berkurang.

"Karena saya amati, yang kecil-kecil sudah banyak migrasi kesana. Makanya Pemerintah harus antisipasi juga jangan sampai suplai yang 3 kg kurang," tandas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
5 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
5 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
6 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
6 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
7 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
8 jam yang lalu
Infografis
12 Jenis Pisang Terbaik...
12 Jenis Pisang Terbaik di Dunia, Nomor 4 dari Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved