Wall Street Terkoreksi Dipicu Melemahnya Data Perumahan
Selasa, 23 September 2014 - 08:46 WIB
Wall Street Terkoreksi Dipicu Melemahnya Data Perumahan
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham di bursa Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat berakhir terkoreksi, di mana indeks S&P 500 mengalami penurunan terbesar satu hari sejak awal Agustus 2014.
Koreksi tersebut dipicu melemahnya data perumahan yang di bawah estimasi, sehingga meningkatkan kekawatiran baru terhadap laju pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS).
Penjualan rumah turun 1,8% pada Agustus, jauh dari estimasi pertumbuhan sebesar 1%. Indeks saham perumahan (HGX) kehilangan 2 % dan menjadi salah satu sektor terlemah. sejumlah saham perumahan, seperti D.R Horton (DHI.N) anjlok 2,6% menjadi USD21,37, sementara Beazer Homes (BZH.N) susut 2,8% menjadi USD18,09 dan Toll Brothers (TOL.N) merosot 3,1% menjadi USD32,41.
"Angka penjualan perumahan kehilanggan kekuatannya dalam mendukung pemulihan AS karena perumahan sangat penting bagi perekonomian," kata Kepala Alokasi di Wilmington Trust Investment Advisors Rex Macey seperti dilansir dari Reuters, Selasa (23/9/2014).
Pasar saham juga tertekan setelah Menteri Keuangan China Lou Jiwei, yang mengindikasikan tidak akan meningkatkan langkah-langkah stimulus dalam menanggapi sejumlah data ekonomi yang melemah.
Lou Jiwei mengatakan, negaranya tidak akan secara dramatis mengubah kebijakan ekonominya karena salah satu indikator ekonomi. Hal itu lantaran data ekonomi baru-baru ini yang lemah, menyebabkan banyak analis menurunkan perkiraan pertumbuhan China.
Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup jatuh 107,06 poin atau 0,62% ke 17.172,68; indeks S&P 500 anjlok 16,11 poin atau 0,8% ke 1.994,29; dan indeks Nasdaq Composite turun 52,10 poin atau 1,14% ke 4.527,69.
Koreksi ini menandai penurunan terbesar satu hari untuk indeks S&P sejak 5 Agustus 2014, dan terbesar untuk Nasdaq sejak 31 Juli 2014.
Koreksi tersebut dipicu melemahnya data perumahan yang di bawah estimasi, sehingga meningkatkan kekawatiran baru terhadap laju pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS).
Penjualan rumah turun 1,8% pada Agustus, jauh dari estimasi pertumbuhan sebesar 1%. Indeks saham perumahan (HGX) kehilangan 2 % dan menjadi salah satu sektor terlemah. sejumlah saham perumahan, seperti D.R Horton (DHI.N) anjlok 2,6% menjadi USD21,37, sementara Beazer Homes (BZH.N) susut 2,8% menjadi USD18,09 dan Toll Brothers (TOL.N) merosot 3,1% menjadi USD32,41.
"Angka penjualan perumahan kehilanggan kekuatannya dalam mendukung pemulihan AS karena perumahan sangat penting bagi perekonomian," kata Kepala Alokasi di Wilmington Trust Investment Advisors Rex Macey seperti dilansir dari Reuters, Selasa (23/9/2014).
Pasar saham juga tertekan setelah Menteri Keuangan China Lou Jiwei, yang mengindikasikan tidak akan meningkatkan langkah-langkah stimulus dalam menanggapi sejumlah data ekonomi yang melemah.
Lou Jiwei mengatakan, negaranya tidak akan secara dramatis mengubah kebijakan ekonominya karena salah satu indikator ekonomi. Hal itu lantaran data ekonomi baru-baru ini yang lemah, menyebabkan banyak analis menurunkan perkiraan pertumbuhan China.
Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup jatuh 107,06 poin atau 0,62% ke 17.172,68; indeks S&P 500 anjlok 16,11 poin atau 0,8% ke 1.994,29; dan indeks Nasdaq Composite turun 52,10 poin atau 1,14% ke 4.527,69.
Koreksi ini menandai penurunan terbesar satu hari untuk indeks S&P sejak 5 Agustus 2014, dan terbesar untuk Nasdaq sejak 31 Juli 2014.
(rna)
Lihat Juga :