WTI Fluktuatif Jelang Data Stok Minyak

Rabu, 24 September 2014 - 09:53 WIB
WTI Fluktuatif Jelang...
WTI Fluktuatif Jelang Data Stok Minyak
A A A
MELBOURNE - Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) fluktuatif menjelang data stok minyak, yang akan memberi sinyal terhadap kekuatan permintaan bahan bakar di Amerika Serikat (AS) sebagai konsumen minyak terbesar di dunia.

Kontrak berjangka (futures) sedikit berubah di New York setelah menguat 0,8%, kemarin. Survei Bloomberg News sebelum laporan dari Informasi Adminsitrasi Energi (EIA) memperkirakan, stok minyak kemungkinan akan bertambah 750.000 barel menjadi 363 juta barel pada pekan lalu.

Persedian minyak distilasi AS, seperti minyak pemanas dan diesel diperkirakan meningkat 500.000 barel hingga 19 September 2014. Suplai bensin diperkirakan tetap di 210,7 juta.

Arab Saudi dan Qatar menjadi dua dari beberapa negara yang bergabung di gelombang pertama yang dipimpin AS untuk melakukan serangan udara terhadap kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Kami masih melihat adanya kelebihan suplai. Pasar mulai melakukan diskon besar terhadap apa yang terjadi di Timur Tengah," kata Kepala Investasi Ayers Alliance Securities Jonathan Barrat seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (24/9/2014).

WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman November berada pada harga USD91,55 per barel pada pukul 11.41 siang waktu Sydney. Harga itu turun 1 sen dibanding kemarin di harga USD91,56.

Semua volume minyak berjangka diperdagangkan sekitar 40% di bawah 100 hari. Harga telah mengalami koreksi 7% sepanjang tahun ini.

Sementara minyak brent di ICE Futures Europe Exchange, London untuk pengiriman November menurun 19 sent menjadi 96,66 per barel. Premi minyak patokan Eropa tersebut terhadap WTI sebesar USD5,12, melemah dibanding kemarin sebesar USD5,29.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
26 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved