IHSG Diperkirakan Bergerak pada Kisaran 5.190-5.251
Jum'at, 26 September 2014 - 08:55 WIB
IHSG Diperkirakan Bergerak pada Kisaran 5.190-5.251
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak pada kisaran support 5.190-5.156-5076, dan resistance pada kisaran 5.251-5.285-5.325.
Analis Senior HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, antisipasi pasar terhadap potensi window dressing 9 bulan terakhir oleh fund manager serta mengenai susunan kabinet Joko Widodo menjelang pelantikan 20 Oktober nanti membuat pelaku pasar melakukan aksi buy cukup agressif untuk membuat IHSG berakout dari formasi tren channel turun selama 3 hari.
"Bila momentum berlanjut maka dengan mudah resistance all time high di 5.251 dapat terlampui," kata dia, Jumat (26/9/2014).
Adapun sejumlah saham yang doirekomendasikan untuk akumulasi beli pada perdagangan hari ini adalah saham sektor telekomunikasi, properti, energi serta teknologi. Saham-saham tersebut, diantaranya:
1. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dengan trading target Rp2.975
Koreksi minor ke suppot minor uptrend channel di emiten big cap telekomunikasi ini sudah selesai, sekarang tinggal menunggu pembentukan channel naik kembali untuk menguji resistance di Rp2.975, rekomen buy secara aggresiff.
Entry (1) Rp2.855, entry (2) Rp2.825, cut loss point: Rp2.795
2. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dengan trading target Rp1.725
Kami melihat secara teknikal bahwa emiten properti ini mulai beranjak naik dari lower end trading range medium term untuk mencoba menguji resistance setahun terakhir di Rp1.720.
Entry (1) Rp1.615, entry (2) Rp1.575, cut loss point: Rp1.515
3. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dengan trading target Rp6.250
Formasi medium term sideways yang telah berlangsung lebih dari 2 bulan di emiten distributor gas dan operator pipa BUMN ini hanya tinggal menunggu waktu untuk breakout ke target proyeksi atas di Rp6.250.
Entry (1) Rp5.975, entry (2) Rp5.925, cut loss point: Rp5.875
4. PT Multipolar Tbk (MLPL), dengan trading target Rp1.075
Bila terjadi koreksi minor untuk meredakan keadaan jenuh beli (overbought) di emiten lapis dua perusahaan investasi milik grup Lippo ini, rekomen akumulasi untuk kelanjutan minor uptrend yang baru terbentuk.
Entry (1) Rp1.025, entry (2) Rp1.005, cut loss point: Rp985
Analis Senior HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, antisipasi pasar terhadap potensi window dressing 9 bulan terakhir oleh fund manager serta mengenai susunan kabinet Joko Widodo menjelang pelantikan 20 Oktober nanti membuat pelaku pasar melakukan aksi buy cukup agressif untuk membuat IHSG berakout dari formasi tren channel turun selama 3 hari.
"Bila momentum berlanjut maka dengan mudah resistance all time high di 5.251 dapat terlampui," kata dia, Jumat (26/9/2014).
Adapun sejumlah saham yang doirekomendasikan untuk akumulasi beli pada perdagangan hari ini adalah saham sektor telekomunikasi, properti, energi serta teknologi. Saham-saham tersebut, diantaranya:
1. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dengan trading target Rp2.975
Koreksi minor ke suppot minor uptrend channel di emiten big cap telekomunikasi ini sudah selesai, sekarang tinggal menunggu pembentukan channel naik kembali untuk menguji resistance di Rp2.975, rekomen buy secara aggresiff.
Entry (1) Rp2.855, entry (2) Rp2.825, cut loss point: Rp2.795
2. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dengan trading target Rp1.725
Kami melihat secara teknikal bahwa emiten properti ini mulai beranjak naik dari lower end trading range medium term untuk mencoba menguji resistance setahun terakhir di Rp1.720.
Entry (1) Rp1.615, entry (2) Rp1.575, cut loss point: Rp1.515
3. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dengan trading target Rp6.250
Formasi medium term sideways yang telah berlangsung lebih dari 2 bulan di emiten distributor gas dan operator pipa BUMN ini hanya tinggal menunggu waktu untuk breakout ke target proyeksi atas di Rp6.250.
Entry (1) Rp5.975, entry (2) Rp5.925, cut loss point: Rp5.875
4. PT Multipolar Tbk (MLPL), dengan trading target Rp1.075
Bila terjadi koreksi minor untuk meredakan keadaan jenuh beli (overbought) di emiten lapis dua perusahaan investasi milik grup Lippo ini, rekomen akumulasi untuk kelanjutan minor uptrend yang baru terbentuk.
Entry (1) Rp1.025, entry (2) Rp1.005, cut loss point: Rp985
(rna)
Lihat Juga :