Rupiah Berakhir Terkoreksi ke Rp12.048/USD
Jum'at, 26 September 2014 - 16:36 WIB
Rupiah Berakhir Terkoreksi ke Rp12.048/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hari ini terkoreksi sejalan dengan makin tergerusnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.048 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 65 poin dibanding posisi penutupan Rabu (24/9/2014) di level Rp11.983 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.001 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat hari ini di level Rp11.991 per USD dan terlemah di level Rp11.991 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp12.051 per USD. Posisi ini terdepresiasi 69 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.982 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini berakhir pada level Rp12.048 per USD, dengan kisaran harian Rp11.980-Rp12.048 per USD. Posisi tersebut juga melemah 69 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp11.979 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.007 per USD. Posisi ini anjlok 60 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp11.947 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini tertekan negatifnya IHSG, yang terimbas level penutupan bursa Wall Street semalam pasca memburuknya data durable goods orders di Amerika Serikat (AS), yang mencerminkan turunnya risk appetite dari pelaku pasar.
"Penurunan risk appetite tersebut berdampak pada meningkatnya tekanan USD terhadap rupiah pada hari ini di tengah pengawalan yang dilakukan Bank Indonesia," kata dia, Jumat (26/9/2014).
Menurut Nurul, fokus perhatian pelaku pasar tertuju pada rilis data pertumbuhan ekonomi negara Paman Sam, malam nanti.
Sementara IHSG hari terakhir pekan ini di teritori merah karena ditekan aksi jual asing. IHSG terjungkal 68,82 poin atau 1,32% ke level 5.132,56.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,48 triliun dengan 5,15 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp1,39 triliun. Tercatat 71 saham naik, 254 saham melemah dan 70 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.048 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 65 poin dibanding posisi penutupan Rabu (24/9/2014) di level Rp11.983 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.001 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat hari ini di level Rp11.991 per USD dan terlemah di level Rp11.991 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp12.051 per USD. Posisi ini terdepresiasi 69 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.982 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini berakhir pada level Rp12.048 per USD, dengan kisaran harian Rp11.980-Rp12.048 per USD. Posisi tersebut juga melemah 69 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp11.979 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.007 per USD. Posisi ini anjlok 60 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp11.947 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini tertekan negatifnya IHSG, yang terimbas level penutupan bursa Wall Street semalam pasca memburuknya data durable goods orders di Amerika Serikat (AS), yang mencerminkan turunnya risk appetite dari pelaku pasar.
"Penurunan risk appetite tersebut berdampak pada meningkatnya tekanan USD terhadap rupiah pada hari ini di tengah pengawalan yang dilakukan Bank Indonesia," kata dia, Jumat (26/9/2014).
Menurut Nurul, fokus perhatian pelaku pasar tertuju pada rilis data pertumbuhan ekonomi negara Paman Sam, malam nanti.
Sementara IHSG hari terakhir pekan ini di teritori merah karena ditekan aksi jual asing. IHSG terjungkal 68,82 poin atau 1,32% ke level 5.132,56.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,48 triliun dengan 5,15 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp1,39 triliun. Tercatat 71 saham naik, 254 saham melemah dan 70 saham stagnan.
(rna)