IHSG Melemah, Peluang untuk Akumulasi
Senin, 29 September 2014 - 08:18 WIB
IHSG Melemah, Peluang untuk Akumulasi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari pertama pekan ini diprediksi masih dalam tekanan. Namun, peluang bagi pelaku pasar untuk melakukan akumulasi saham jika koreksi IHSG kembali terjadi.
Analis Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola hammer mendekati lower bollinger band (LBB ). MACD cenderung turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R gagal naik dan berbalik turun.
Laju IHSG pada akhir pekan lalu gagal bertahan di kisaran target support 5.170-5.190, sehingga mengurangi potensi penguatan. Akan tetapi, juga memberikan peluang entry point yang cukup baik dengan asumsi pelaku pasar memanfaatkan pelemahan tersebut untuk kembali mengakumulasi.
"Laju IHSG telah menutup utang gap 5.156-5.157 dan nyaris menutup utang gap 5.113-5.127. Akan tetapi, juga waspadai jika IHSG kembali melanjutkan pelemahan dan berencana menutup utang gap 5.076-5.087," kata dia, Senin (29/9/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 5.110-5.115 dan resisten 5.138-5.147.
Sementara laju IHSG di akhir pekan lalu terjerembab ke zona merah seiring dengan meningkatnya aksi jual pelaku pasar. Laju IHSG pun tidak jauh berbeda dari ulasan sebelumnya, di mana meski terjadi penguatan, namun posisi IHSG masih rawan terkena profit taking bila laju bursa saham saham AS berbalik melemah jika rilis klaim pengangguran AS direspon negatif.
Secara teknikal masih ada peluang melanjutkan kenaikan, namun perlu diperhatikan sentimen tersebut. Jadi, dengan pelemahan laju bursa saham AS sebelumnya membuat peluang IHSG untuk melanjutkan kenaikan menjadi tertunda. Bahkan menjauhi peluang kenaikan tersebut.
Tidak hanya itu, dia menambahkan, maraknya pemberitaan terkait hasil sidang paripurna DPR yang memutuskan Pilkada melalui DPRD, meski tidak ada hubungannya, namun pemberitaan tersebut cukup berdampak negatif karena dianggap akan menciderai proses demokrasi Indonesia dan bahkan nantinya dapat mengganggu pemerintahan selanjutnya.
Maraknya sentiment negatif tersebut tidak hanya membuat laju IHSG anjlok, laju rupiah dan obligasi pun ikut terhempas ke zona merah.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 5.142,49 di awal sesi 1 dan menyentuh level tertinggi 5.105,32 di mid sesi 2 dan berakhir di level 5.132,63.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Analis Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola hammer mendekati lower bollinger band (LBB ). MACD cenderung turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R gagal naik dan berbalik turun.
Laju IHSG pada akhir pekan lalu gagal bertahan di kisaran target support 5.170-5.190, sehingga mengurangi potensi penguatan. Akan tetapi, juga memberikan peluang entry point yang cukup baik dengan asumsi pelaku pasar memanfaatkan pelemahan tersebut untuk kembali mengakumulasi.
"Laju IHSG telah menutup utang gap 5.156-5.157 dan nyaris menutup utang gap 5.113-5.127. Akan tetapi, juga waspadai jika IHSG kembali melanjutkan pelemahan dan berencana menutup utang gap 5.076-5.087," kata dia, Senin (29/9/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 5.110-5.115 dan resisten 5.138-5.147.
Sementara laju IHSG di akhir pekan lalu terjerembab ke zona merah seiring dengan meningkatnya aksi jual pelaku pasar. Laju IHSG pun tidak jauh berbeda dari ulasan sebelumnya, di mana meski terjadi penguatan, namun posisi IHSG masih rawan terkena profit taking bila laju bursa saham saham AS berbalik melemah jika rilis klaim pengangguran AS direspon negatif.
Secara teknikal masih ada peluang melanjutkan kenaikan, namun perlu diperhatikan sentimen tersebut. Jadi, dengan pelemahan laju bursa saham AS sebelumnya membuat peluang IHSG untuk melanjutkan kenaikan menjadi tertunda. Bahkan menjauhi peluang kenaikan tersebut.
Tidak hanya itu, dia menambahkan, maraknya pemberitaan terkait hasil sidang paripurna DPR yang memutuskan Pilkada melalui DPRD, meski tidak ada hubungannya, namun pemberitaan tersebut cukup berdampak negatif karena dianggap akan menciderai proses demokrasi Indonesia dan bahkan nantinya dapat mengganggu pemerintahan selanjutnya.
Maraknya sentiment negatif tersebut tidak hanya membuat laju IHSG anjlok, laju rupiah dan obligasi pun ikut terhempas ke zona merah.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 5.142,49 di awal sesi 1 dan menyentuh level tertinggi 5.105,32 di mid sesi 2 dan berakhir di level 5.132,63.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(rna)
Lihat Juga :