IHSG Diproyeksi pada Kisaran 5.110-5.148
Senin, 29 September 2014 - 08:41 WIB
IHSG Diproyeksi pada Kisaran 5.110-5.148
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini diperkirakan masih akan bergerak variatif (mixed), dengan kecenderungan melemah. IHSG diproyeksi akan bergerak pada kisaran support 5.110 dan resistance 5.148.
Analis Teknikal PT Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengungkapkan, IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks membentuk gap down dan bergerak melemah 1,32% ditutup pada level 5.132.
"Indikator MACD masih di area konsolidasi. Hari ini, IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah," kata dia, Senin (29/9/2014).
Sementara sentimen dari luar cenderung positif. Pasar saham Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu ditutup menguat seiring upaya terbaru Bank Sentral Eropa mengatasi krisis. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,99% dan indeks S&P500 sebesar 0,86%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi AS yang mengalami pemulihan. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,37%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah 0,06%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI naik 0,58% ke level USD92,09 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,54% ke posisi USD1.218,10 per ons.
Dari dalam negeri, presiden terpilih Joko Widodo mengungkapkan jika dirinya akan mengumumkan nama-nama menteri yang masuk ke dalam kabinetnya dalam dua pekan ke depan. Di samping itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi September 2014 yang sedianya akan diumumkan Biro Pusat Statistik (BPS) lusa.
Analis Teknikal PT Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengungkapkan, IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks membentuk gap down dan bergerak melemah 1,32% ditutup pada level 5.132.
"Indikator MACD masih di area konsolidasi. Hari ini, IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah," kata dia, Senin (29/9/2014).
Sementara sentimen dari luar cenderung positif. Pasar saham Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu ditutup menguat seiring upaya terbaru Bank Sentral Eropa mengatasi krisis. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,99% dan indeks S&P500 sebesar 0,86%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi AS yang mengalami pemulihan. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,37%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah 0,06%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI naik 0,58% ke level USD92,09 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,54% ke posisi USD1.218,10 per ons.
Dari dalam negeri, presiden terpilih Joko Widodo mengungkapkan jika dirinya akan mengumumkan nama-nama menteri yang masuk ke dalam kabinetnya dalam dua pekan ke depan. Di samping itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi September 2014 yang sedianya akan diumumkan Biro Pusat Statistik (BPS) lusa.
(rna)
Lihat Juga :