Harga Jual dan Buyback Emas Antam Naik

Selasa, 30 September 2014 - 09:37 WIB
Harga Jual dan Buyback...
Harga Jual dan Buyback Emas Antam Naik
A A A
JAKARTA - Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini naik Rp2.000 dan harga beli kembali (buyback) melonjak Rp3.000 per gram.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Selasa (30/9/2014), harga jual emas Antam ukuran 1 gram dibanderol pada harga Rp525.000 per gram dibanding sebelumnya Rp523.000 per gram.

Sementara harga buyback emas perseroan menjadi Rp470.000 dari Rp467.000 per gram pada kemarin.

Harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.010.000, dengan harga per gram Rp505.000. Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp1.497.000 dengan harga Rp499.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp1.984.000 dengan harga per gram Rp496.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.480.000 dengan harga per gram dihargai Rp496.000. Harga emas 10 gram dijual Rp4.910.000, dengan harga per gram Rp491.000.

Harga emas 25 gram Rp12.200.000 dengan harga per gram Rp488.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp24.350.000, dengan harga per gram Rp487.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp48.650.000, dengan harga per gram Rp486.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp121.500.000, dengan harga per gram Rp486.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp242.800.000, dengan harga per gram Rp485.600.

Sementara harga emas global diperdagangkan mendekati harga terendah sembilan bulan, berada pada jalur kerugian kuartal I tahun ini karena prospek naiknya suku bunga Amerika Serikat (AS), sehingga mendorong menguatnya USD di kuartal terbaiknya sejak krisis keuangan.

Harga logam mulia untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD1.217,14 per ons pada pukul 09.22 di Singapura dari sebelumnya USD1.215,81. Logam ini telah menurun 8,3% sejak akhir Juni, terkoreksi menjadi USD1.207,04 pada 25 September, level terendah sejak 2 Januari 2014.

Emas merosot 28% pada tahun 2013 karena Federal Reserve akan mengurangi pembelian obligasi seiring membaiknya ekonomi. Indeks USD telah meningkat 6,6% di kuartal ini, terbesar sejak tiga bulan sampai September 2008.

Adapun The Fed akan menaikkan target suku bunga, sedangkan Bank Sentral Eropa, Jepang dan China mempertahankan dan menambah stimulus moneter untuk memacu ekonomi mereka.

"Perbedaan dalam kebijakan moneter antara Fed dan bank sentral lainnya akan lebih mendongkrak USD dan membebani emas," kata analis di CITICS Futures Co Zhu Runyu seperti dilansir Bloomberg, Selasa (30/9/2014).

Emas di Comex New York untuk pengiriman Desember turun 0,1% menjadi USD1.217,10 per ons. Kepemilikan aset di SPDR GoldTrust tetap pada 772,25 metrik ton kemarin, terendah sejak Desember 2008.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Harli Siregar: 109 Ton...
Harli Siregar: 109 Ton Emas Antam Asli tapi Ilegal
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Tembus Rp 14.000
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
19 menit yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
46 menit yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
1 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
1 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
2 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved