Harga Jual dan Buyback Emas Antam Naik

Selasa, 07 Oktober 2014 - 09:23 WIB
Harga Jual dan Buyback...
Harga Jual dan Buyback Emas Antam Naik
A A A
JAKARTA - Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari kedua pekan ini naik Rp1.000 setelah kemarin susut Rp2.000 per gram. Sementara harga beli kembali (buyback) emas perseroan naik Rp4.000 setelah kemarin anjlok Rp6.000 per gram.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Selasa (7/10/2014), harga jual emas Antam ukuran 1 gram dibanderol pada harga Rp524.000 dibanding sebelumnya di harga Rp523.000 per gram.

Sedangkan harga buyback emas perseroan menjadi Rp467.000 dari sebelumnya di harga Rp463.000 per gram.

Harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.008.000, dengan harga per gram Rp504.000. Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp1.494.000 dengan harga Rp498.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp1.980.000 dengan harga per gram Rp495.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.475.000 dengan harga per gram dihargai Rp495.000. Harga emas 10 gram dijual Rp4.900.000, dengan harga per gram Rp490.000.

Harga emas 25 gram Rp12.175.000 dengan harga per gram Rp487.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp24.300.000, dengan harga per gram Rp486.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp48.550.000, dengan harga per gram Rp485.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp121.250.000, dengan harga per gram Rp485.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp242.300.000, dengan harga per gram Rp484.600.

Sementara harga emas global diperdagangkan di atas USD1.200 kerena USD terkoreksi, sehingga meningkatkan permintaan untuk investasi alternatif ini.

Emas untuk pengiriman segera berada di USD1.206,71 per ons pada pukul 09.07 di Singapura dari hari sebelumnya USD1.207,30. kemarin, logam ini turun di harga USD1.183,24, terendah sejak 31 Desember, sebelum naik 1,3% lebih tinggi sebagai kenaikan terbesar dalam dua bulan.

Indeks USD sedikit berubah setelah turun 0,9% kemarin. Indeks itu ditutup tertinggi sejak Juni 2010 pada 3 oktober setelah data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran AS turun terendah dalam enam tahun terakhir dan pengusaha mempekerjakan lebih banyak pekerja pada bulan September dari perkiraan ekonom.

The Federal Reserve sedang mempertimbangkan waktu untuk kenaikan suku bunga acuan pertama sejak 2006 di tengah pemulihan ekonomi negara itu.

"Harga emas naik karena USD melemah, sehingga meningkatkan daya beli konsumen non-AS," kata analis di Commonwealth Bank of Australia Lachlan Shaw seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (7/10/2014).

Emas berjangka di Comex New York untuk pengiriman Desember diperdagangkan pada USD1.207,10 per ons dari sebelumnya USD1.207,30. Kepemilikan aset di SPDR Gold Trust tidak berubah untuk hari kedua sejak kemarin di 767,47 metrik ton, terendah sejak Desember 2008.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Harli Siregar: 109 Ton...
Harli Siregar: 109 Ton Emas Antam Asli tapi Ilegal
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Tembus Rp 14.000
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
19 menit yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
46 menit yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
1 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
1 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
2 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
2 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved