RI-AS Sepakat Hentikan Kasus Rokok Kretek

Selasa, 07 Oktober 2014 - 18:48 WIB
RI-AS Sepakat Hentikan...
RI-AS Sepakat Hentikan Kasus Rokok Kretek
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sepakat menghentikan sengketa dagang larangan produksi dan distribusi rokok nonmentol termasuk kretek (clove cigarettes) di AS.

Kesepakatan ini sekaligus menandai kisruh larangan AS pada rokok nonmentol dan kretek Indonesia di pasar AS.

"Indonesia dan Amerika Serikat sepakat menandatangani MoU mengakhiri kasus ini dengan penyelesaian mengakomodasi kepentingan kedua pihak. Kedua negara sepakat menutup kasus ini," ujar Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional Bachrul Chairi dalam rilisnya, Selasa (7/10/2014).

Menurutnya, dalam MoU ini, Indonesia tetap diuntungkan. Sebab, keputusan Dispute Settlement Body (DSB) di WTO tetap menyatakan bahwa AS bersalah.

Artinya, kesepakatan yang dicapai tidak akan menghapus fakta bahwa AS telah melanggar perjanjian WTO. Pada April 2010, Indonesia mengadukan kebijakan AS ke Dispute Settlement Body (DSB) di WTO.

Setelah melalui serangkaian konsultasi dan proses acara pemeriksaan, DSB-WTO baik tingkat pertama maupun banding menyatakan, AS bersalah karena telah menerapkan kebijakan diskriminatif yang merugikan Indonesia.

"Keuntungan lainnya, yang didapat Indonesia melalui penyelesaian di luar WTO ini lebih signifikan, jika dibanding upaya langkah retaliasi senilai USD55 juta dari total impor Indonesia dari AS," jelasnya.

Setelah diajukan ke WTO, pemerintah AS tidak melaksanakan penyesuaian kebijaksanaan sesuai putusan DSB-WTO.

Sebab, ternyata apa yang dilakukan pemerintah AS sekedar melakukan kampanye mengenai bahaya rokok mentol dan tidak melarang penjualannya di pasar AS.

"Pada 2013, RI meminta otorisasi pada Arbitrase WTO untuk melakukan retaliasi kepada AS. Nilai retaliasi yang dicarikan otorisasi sekitar USD55 juta," terang Bachrul.

Beberapa kesepakatan lain dianggap menguntungkan Indonesia, karena AS akan memberikan tambahan fasilitas GSP yang melebihi dari nilai batas tertentu selama lima tahun berikutnya.

Selain itu, akan mempertimbangkan permintaan atas produk ekspor lainnya dari Indonesia.

AS juga berjanji dan sepakat tidak akan mengadukan kebijakan larangan atau pembatasan ekspor bahan mineral yang diterapkan Indonesia.

AS juga tidak akan mengganggu akses pasar produk cigars dan cigarillos buatan Indonesia di pasar AS sampai ada pengaturan lebih lanjut yang tidak akan bersifat arbitrary atau discriminative membeda-bedakan produk secara merugikan.

"AS bahkan akan membantu Indonesia memperbaiki penegakan hak kekayaan intelektual (HKI) agar Indonesia mendapatkan status lebih baik dalam hal penegakan HKI," paparnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pakar Paparkan Sains...
Pakar Paparkan Sains dan Teknologi di Balik Tembakau Inovatif Bebas Asap
Siasat Produsen Rokok...
Siasat Produsen Rokok Hadapi Pelemahan Daya Beli
Foom Berupaya Bantu...
Foom Berupaya Bantu Perokok Beralih ke Cara yang Lebih Aman
Pelaku IHT Duga Ada...
Pelaku IHT Duga Ada Tekanan Pihak Tertentu Soal Kenaikan Cukai Rokok
Pemerintah Diminta Lindungi...
Pemerintah Diminta Lindungi Industri Rokok Klembak Menyan
Menelisik Fenomena Rokok...
Menelisik Fenomena Rokok Ilegal
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
8 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
8 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
9 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
9 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
10 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved