Industri Konstruksi Dukung Kenaikan BBM Bersubsidi

Rabu, 08 Oktober 2014 - 05:15 WIB
Industri Konstruksi...
Industri Konstruksi Dukung Kenaikan BBM Bersubsidi
A A A
JAKARTA - Industri konstruksi mendukung rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubisidi. Alasannya, imbal dari kenaikan BBM tersebut dialihkan untuk pemenuhan infrastruktur logistik.

Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Hediyanto W Husaini mengatakan, pengalihan subsidi BBM yang selama ini tidak tepat sasaran bisa dialihkan untuk pembangunan infrastruktur, seperti jalan, bandara dan pelabuhan.

Dia menyebutkan, pelabuhan menjadi infrastruktur yang mendasar bagi pemenuhan pasokan material infrastruktur ke pelosok Indonesia.

"Makanya, pelabuhan menjadi penting. Dan, memang sektor maritim bisa kita utamakan, sebab arus material konstruksi dengan jumlah besar itu melalui pelabuhan laut," ujar Hediyanto, Selasa (7/10/2014).

"Jangan di darat saja karena terlalu boros. Kalau laut kita anggap sebagai lahan kita juga, maka kita prioritaskan," tambahnya.

Namun, rencana pemerintahan baru Joko Widodo (Jokowi)-Jusup Kalla (JK) menaikkan harga bahan BBM bersubsidi Rp3.000 (menjadi Rp9.500/liter) membuat ongkos konstruksi meningkat 15-20%.

(Baca: BBM Naik Biaya Konstruksi Meningkat 20%)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya
Pemerintah Diminta Lindungi...
Pemerintah Diminta Lindungi Industri Konstruksi dari Lonjakan Harga Material dan Energi
3 Jenis BBM Pertamina...
3 Jenis BBM Pertamina Naik, Intip Perbandingan Harga dengan Shell, Vivo dan BP
BBM Nonsubsidi Naik...
BBM Nonsubsidi Naik Drastis per 18 April 2026, Mobil Premium dan Pajero-Fortuner Paling Boncos!
Pemanfaatan BBM Subsidi...
Pemanfaatan BBM Subsidi Selama Ini Dinilai Salahi Prinsip Keadilan
Kenaikan BBM Mendadak,...
Kenaikan BBM Mendadak, SPBU di Gunungkidul Pilih Tutup hingga Mesin Disesuaikan Harga
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Satelit China Dukung Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved