Rupiah Dibuka Terapresiasi ke Rp12.190/USD
Kamis, 09 Oktober 2014 - 10:18 WIB
Rupiah Dibuka Terapresiasi ke Rp12.190/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hari ini dibuka terapresiasi seiring positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.190 per USD. Posisi ini menguat 51 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.241 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp12.183 per USD. Posisi ini terapresiasi 43 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.228 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah hari ini juga di level 12.183 per USD. Posisi tersebut membaik 55 poin dibanding kemarin di level Rp12.238 per USD.
Dikutip dari Reuters, mata uang USD jatuh ke level terendah dua pekan terhadap euro dan turun terhadap yen setelah The Fed merilis hasil pertemuannya. The Fed mengatakan, menguatnya USD bisa menyakiti beberapa bagian ekonomi dan memperlambat kenaikan inflasi.
The Fed merilis hasil pertemuan pada pertengahan September lalu pada Rabu waktu setempat. Mereka menyatakan bahwa beberapa anggota ingin menunggu perekonomian negara terbesar di dunia itu benar-benar pulih, baru menaikkan suku bunga. USD yang telah menguat akhir-akhir ini karena investor melihat Fed akan menaikkan suku bunga sebelum bank sentral utama lainnya.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini dibuka pada level Rp12.248 per USD. Posisi ini terkoreksi 9 poin dibanding penutupan Rabu (8/10/2014) di level Rp12.239 per USD.
Adapun IHSG pagi ini dibuka berhasil rebound didukung sentimen positif dari pasar global. IHSG naik 37,17 poin atau 0,75% ke level 4.995,68.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp120 miliar dengan 111 juta saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp9,33 miliar. Tercatat 98 saham naik, 27 saham melemah dan 5 saham stagnan.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.190 per USD. Posisi ini menguat 51 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.241 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp12.183 per USD. Posisi ini terapresiasi 43 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.228 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah hari ini juga di level 12.183 per USD. Posisi tersebut membaik 55 poin dibanding kemarin di level Rp12.238 per USD.
Dikutip dari Reuters, mata uang USD jatuh ke level terendah dua pekan terhadap euro dan turun terhadap yen setelah The Fed merilis hasil pertemuannya. The Fed mengatakan, menguatnya USD bisa menyakiti beberapa bagian ekonomi dan memperlambat kenaikan inflasi.
The Fed merilis hasil pertemuan pada pertengahan September lalu pada Rabu waktu setempat. Mereka menyatakan bahwa beberapa anggota ingin menunggu perekonomian negara terbesar di dunia itu benar-benar pulih, baru menaikkan suku bunga. USD yang telah menguat akhir-akhir ini karena investor melihat Fed akan menaikkan suku bunga sebelum bank sentral utama lainnya.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini dibuka pada level Rp12.248 per USD. Posisi ini terkoreksi 9 poin dibanding penutupan Rabu (8/10/2014) di level Rp12.239 per USD.
Adapun IHSG pagi ini dibuka berhasil rebound didukung sentimen positif dari pasar global. IHSG naik 37,17 poin atau 0,75% ke level 4.995,68.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp120 miliar dengan 111 juta saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp9,33 miliar. Tercatat 98 saham naik, 27 saham melemah dan 5 saham stagnan.
(rna)