Kontrak Dagang Perusahaan AS dan Kanada Rp134 M

Jum'at, 10 Oktober 2014 - 13:48 WIB
Kontrak Dagang Perusahaan...
Kontrak Dagang Perusahaan AS dan Kanada Rp134 M
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali melakukan penandatanganan kontrak dagang dalam program buying mission-nya di acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2014.

Kali ini, kontrak dagang dilakukan oleh dua perusahaan asal Amerika Serikat (AS) dan satu perusahaan asal Kanada yang membeli produk dari tiga perusahaan Indonesia dengan nilai total USD11 juta atau setara Rp134 miliar.

"Pencapaian selama transaksi di TEI ke-29 diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekspor non-migas tahun 2014 sebesar 5,5%-6,5% dengan nilai USD158 miliar-USD160 miliar. Hasil yang diharapkan dari kegiatan buying mission ini akan mendorong peningkatan ekspor non-migas Indonesia,” tegas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Nus Nuzulia Ishak, saat menyaksikan penandatanganan kontrak di sela-sela TEI 2014, di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Penandatanganan juga disaksikan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, serta para pejabat Eselon II Ditjen PEN bersama Atase Perdagangan Washington, Atase Perdagangan Ottawa, ITPC Los Angeles, dan ITPC Vancouver.

Lebih lanjut dia mengatakan, penandatanganan kontrak dagang tersebut dilakukan oleh President of American Furniture Manufacture Inc. (AFM), Harry Chou, asal AS, dengan CEO PT. Integra Indocabinet, Halim Rusli untuk pembelian produk furnitur senilai USD10 juta.

Selain itu kontrak dagang juga ditandatangani antara Lake Kelley dari Jewel & Jem (J&J), perusahaan kids sleepwear and bedding asal AS dengan Elizabeth Angelina dari PT Angelina Kartika Timur untuk produk pakaian anak senilai USD300 ribu.

"Serta Utomo Kuncoro dari Axia Distribution Corp Kanada dengan David Suganda dari PT. Kalibaru untuk pembelian produk karet senilai USD1 juta," pungkas dia.

Sekadar informasi, buying mission merupakan salah satu skema kegiatan promosi yang disediakan Kemendag untuk membantu dunia usaha dengan mendatangkan buyers ke Indonesia agar dapat melakukan kesepakatan atau transaksi dagang dalam rangka ekspor.

Upaya buying mission merupakan kerja sama perwakilan Kemendag di luar negeri, Atase Perdagangan, dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Kali ini yang terlibat yaitu Atase Perdagangan Washington DC, Atase Perdagangan Ottawa, ITPC Los Angeles, dan ITPC Vancouver.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Transaksi Trade Expo...
Transaksi Trade Expo Indonesia Melonjak dalam 10 Tahun
ExportHub.id Kolaborasi...
ExportHub.id Kolaborasi Gelar Program Edukasi Ekspor di TEI 2023
Trade Expo Indonesia...
Trade Expo Indonesia Sukses Sabet Rekor MURI
Trade Expo Indonesia...
Trade Expo Indonesia 2023 Berbagi Wawasan dan Strategi Ekspor
TEI Virtual 2020, Intip...
TEI Virtual 2020, Intip Potensi Kerja Sama Bisnis dengan Pengusaha Ethiopia
Dukung TEI Digital Edition...
Dukung TEI Digital Edition 2021, BNI Siapkan Beragam Inovasi
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
7 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
9 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
9 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
10 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
10 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved