Target Ekspor RI Berpotensi Kembali Dipangkas

Jum'at, 10 Oktober 2014 - 15:39 WIB
Target Ekspor RI Berpotensi...
Target Ekspor RI Berpotensi Kembali Dipangkas
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi menuturkan, bahwa target ekspor Indonesia yang sebelumnya dipangkas menjadi USD180,5 miliar berpotensi kembali terkoreksi.

Hal ini menanggapi laporan dari Kantor Statistik Federal (Federal Statistics Office/FSO) yang mengumumkan ekspor Jerman Agustus 2014 terkontraksi 5,8%.

Dalam laporan bulanannya, FSO mengumumkan data surplus perdagangan Agustus 2014 sebesar 17,5 miliar euro, menurun 5,8% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai surplus 22,2 miliar euro.

"Saya rasa itu bagian dari kondisi global market, seluruh global market dunia. Pak Menteri telah memberi sinyal dan kita semua memberikan sinyal bahwa kita akan merevisi target ekspor, karena situasi itu (surplus perdagangan Jerman turun)," ujarnya di JIExpo, Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Hal tersebut, kata dia, lantaran Jerman merupakan salah satu pilar Eropa dan merupakan negara tujuan ekspor Indonesia yang potensial.

Sebab itu, menurunnya surplus perdagangan Jerman tentu juga memberatkan Indonesia.

"Kalau Jerman sudah kena memang jadi agak lebih berat. Tapi kami masih menghitung bagaimana keseluruhan dampaknya," terang dia.

Bayu masih akan melihat sejauh mana dampak kondisi Jerman tersebut terhadap Indonesia secara keseluruhan. Pihaknya juga akan melihat sejauh mana dampaknya terhadap performance ekspor Indonesia.

Namun, kondisi ini turut memberikan ruang kepada kabinet baru untuk menetapkan kebijakan- kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi tersebut.

"Jadi kita lihat memang harus dikoreksi, nanti kita akan lihat posisi itu. Minggu depan akan kita umumkan resmi angkanya, pada minggu berikutnya, pada saat kabinet dilantik itu akan ada kesempatan untuk membuat kebijakan baru," terangnya.

Sayangnya, Wamendag masih enggan membeberkan berapa persen potensi penurunan target ekspor tersebut.

Namun, karena Jerman merupakan bagian dari Eropa, kondisi ini turut memberikan tekanan terhadap ekspor Indonesia ke depan.

"Jerman bagian utama dari Eropa. Dan Eropa kemarin sudah agak menggeliat, dan sekarang terpaksa harus turun lagi. Kita harus lihat lagi," kata Bayu.

Eropa. lanjut dia, masih tetap salah satu target ekspor Indonesia yang besar. Pihaknya akan melihat nanti.

"Secara keseluruhan kita melihatnya nanti bagaimana revisi dari target ekspor. Minggu depan lah," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
8 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
8 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved