Baru 500 Ha Cetak Lahan Sawah di Jabar Selatan

Selasa, 14 Oktober 2014 - 01:03 WIB
Baru 500 Ha Cetak Lahan...
Baru 500 Ha Cetak Lahan Sawah di Jabar Selatan
A A A
BANDUNG - Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Jabar Uneef Primadi menegaskan, pihaknya terus gencar menggalakan pencetakan sawah baru. Hal ini dilakukan untuk mengatasi maraknya alih fungsi lahan pesawahan di daerah Jawa Barat.

"Lahan sawah di Jabar saat ini sekitar 925.565,16 hektare. Angka ini jauh berkurang dari asalnya 943.000 hektare karena kegiatan pembangunan proyek dan sebagainya," ujarnya kepada wartawan, Senin (13/10/2014).

Menurutya, pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan pencetakan sawah baru di daerah Jabar bagian Selatan. Hal ini tak terlepas dari program jangka menengah demi mencapai target pada 2018 mencetak lahan sawah baru.

"Pada minggu ini kami akan melakukan pengecekan lahan petani yang akan dijadikan lahan sawah baru di daerah Tasikmalaya," katanya.

Di Jabar sendiri, kata dia, ada sekitar 360.000 hektare lahan yang potensial untuk dijadikan sawah baru berdasarkan data peta Geo Investigation Survey. Sekitar 260.000 hektare di antaranya berada di daerah Jabar bagian Selatan seperti Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Pangandaran, Garut, dan Ciamis.

"Hingga akhir 2018 diproyeksikan akan ada sebanyak 100.000 hektare lahan sawah baru yang tercetak. Sampai saat ini baru sekitar 500 hektare," katanya.

Adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mencetak lahan sawah baru di antaranya adalah lahan milik petani secara pribadi dan ada sumber airnya. Untuk biaya operasionalnya merupakan sharing dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

"Ada juga biaya operasional dari swadaya masyarakat yang termasuk dana hibah," ucapnya.

Dia menegaskan, untuk mendukung perwujudan target pencetakan sawah tersebut membutuhkan bantuan dari semua pihak terutama bantuan dari pemerintah daerah. Bantuan dimaksud di antaranya adalah pembuatan peraturan daerah terkait rencana tata ruang wilayah yang berkaitan dengan lahan sawah abadi.

"Peraturan di provinsi bergantung dorongan peraturan dari pemerintah kabupaten maupun kota. Agar tidak semakin banyak lagi lahan sawah yang terkikis dan bidang pertanian semakin produktif," katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved