Terlepas Dari Lilitan Utang, Jiwasraya Harus Berlari
Senin, 13 Oktober 2014 - 21:54 WIB
Terlepas Dari Lilitan Utang, Jiwasraya Harus Berlari
A
A
A
JAKARTA - Setelah melunasi utangnya yang sebesar Rp6,7 triliun, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) harus bisa berlari dan bekerja keras agar menjadi perusahaan asuransi kelas dunia.
"Saya minta dikejar satu persatu dalam waktu yang terukur. Seperti halnya Garuda yang bisa capai (targetnya)," ucap Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, Senin (13/10/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan, kondisi yang dihadapi Jiwasraya saat ini berbeda dengan PT Dirgantara Indonesia. Meskipun sama-sama telah terbebas dari lilitan utang yang cukup besar, kedua BUMN ini beda tahap dalam memulai bisnisnya setelah penyelesaian utang.
"Sama-sama baru sembuh dari sakit, tetapi Dirgantara Indonesia harus melewati rawat inap, rawat jalan, belajar jalan, jalan, jalan cepat, dan baru bisa berlari. Kalo Jiwasraya sedang jalan cepat, tinggal berlari," tegas dia.
Seperti diketahui, Jiwasraya berhasil menyelesaikan beban utang yang besar dengan total Rp6,7 triliun tanpa membebankan negara, yakni melalui pola reasuransi dengan menggangdeng mitra perusahaan reasuransi di Amerika Serikat pada 2009.
Selain itu, Jiwasraya juga melakukan revaluasi untuk tujuan komersial atas semua aset yang dimiliki, hal ini yang membuat Jiwasraya akhirnya dapat menyelesaikan masalah cadangan premi yang menjadi kewajiban perusahaan pada akhir tahun 2013.
(Baca: Dahlan: Jiwasraya Tidak Ribut Kayak Century)
"Saya minta dikejar satu persatu dalam waktu yang terukur. Seperti halnya Garuda yang bisa capai (targetnya)," ucap Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, Senin (13/10/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan, kondisi yang dihadapi Jiwasraya saat ini berbeda dengan PT Dirgantara Indonesia. Meskipun sama-sama telah terbebas dari lilitan utang yang cukup besar, kedua BUMN ini beda tahap dalam memulai bisnisnya setelah penyelesaian utang.
"Sama-sama baru sembuh dari sakit, tetapi Dirgantara Indonesia harus melewati rawat inap, rawat jalan, belajar jalan, jalan, jalan cepat, dan baru bisa berlari. Kalo Jiwasraya sedang jalan cepat, tinggal berlari," tegas dia.
Seperti diketahui, Jiwasraya berhasil menyelesaikan beban utang yang besar dengan total Rp6,7 triliun tanpa membebankan negara, yakni melalui pola reasuransi dengan menggangdeng mitra perusahaan reasuransi di Amerika Serikat pada 2009.
Selain itu, Jiwasraya juga melakukan revaluasi untuk tujuan komersial atas semua aset yang dimiliki, hal ini yang membuat Jiwasraya akhirnya dapat menyelesaikan masalah cadangan premi yang menjadi kewajiban perusahaan pada akhir tahun 2013.
(Baca: Dahlan: Jiwasraya Tidak Ribut Kayak Century)
(gpr)
Lihat Juga :