Indonesia Jadi Pasar Potensial Produk FMCG

Kamis, 16 Oktober 2014 - 15:54 WIB
Indonesia Jadi Pasar...
Indonesia Jadi Pasar Potensial Produk FMCG
A A A
JAKARTA - Indonesia dinilai menjadi salah satu negara di Asia yang memiliki pasar potensial bagi produk FMCG yang pertumbuhannya hingga 15% (Moving Annual Total June 2014).

Atas peningkatan jumlah kelas menengah dan rata-rata usia penduduk Indonesia relatif muda, merupakan pasar potensial untuk produk-produk FMCG.

"Hal ini mendorong para produsen berlomba-lomba memasarkan produknya tidak sekedar menggunakan cara konservatif, tetapi melalui berbagai cara inovatif dan inspirasional," kata General Manager Kantar Worldpanel Indonesia Lim Soon Lee dalam rilisnya, Jakarta, Kamis (16/10/2014).

Dia menuturkan kisah sukses dari beberapa merek yang berhasil meningkatkan pertumbuhan penjualan produknya melalui cara inspirasional.

Merek pertama yang dinilai berhasil meningkatkan penjualan secara fenomenal adalah Downy. Downy berhasil meningkatkan market share saat ini hampir empat kali lipat dalam 3,5 tahun di Indonesia, dengan jumlah jangkauan penetrasi rumah tangga cukup luas.

"Kunci keberhasilan Downy dengan menggunakan tagline 'merek no 1 dunia' ini juga digunakan beberapa merek lain seperti Rexona dan Modena," ujarnya.

Kisah sukses kedua datang dari kosmetik lokal, Wardah. Merek tersebut membawa sesuatu yang baru ke pasar kosmetik di Indonesia dengan menyasar konsumen wanita modern berhijab.

Wardah merupakan merek pertama di industri kosmetik yang menyertakan klaim halal pada produknya.

Cara tesebut berhasil membawa PT Pusaka Tradisi Ibu sebagai salah satu produsen terbaik yang berhasil meraih tingkat pertumbuhan nilai penjualan yang tinggi dibandingkan performa tahun sebelumnya.

Sementara, dari industri makanan, Pro Chiz berhasil menerobos kategori yang selama ini diidentikan dengan harga premium, yaitu keju.

Pro Chiz memposisikan diri sebagai produk dengan harga terjangkau dan mengklaim memiliki rasa lebih baik. Dapat mengembangkan pasar kategori keju yang tinggi dalam waktu tiga tahun.

Selain para pemain baru, Pepsodent, merek yang sudah berusia puluhan tahun juga tetap mampu mempertahankan performanya dengan angka pertumbuhan positif.

"Kunci keberhasilan sebuah merek untuk menguasai pasar adalah dengan menciptakan suatu yang spesial atau autentik dengan diri mereka dan tidak sekedar mengandalkan iklan secara besar-besaran di media massa," terangnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PKK Sumsel Gandeng Dinas...
PKK Sumsel Gandeng Dinas Perindustrian Fasilitasi UP2K
Izin Operasional dan...
Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri Dipermudah Saat Pandemi Corona
Kemenperin Ciptakan...
Kemenperin Ciptakan Teknologi Pengolahan Limbah Cair
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Kementerian Perindustrian...
Kementerian Perindustrian Cari Perusahaan Pencetus Teknologi Terbaik di 2022
Rekomendasi 7 Sekolah...
Rekomendasi 7 Sekolah Kedinasan di Bawah Naungan Kementerian Perindustrian
Berita Terkini
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
14 menit yang lalu
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
31 menit yang lalu
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
1 jam yang lalu
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
10 jam yang lalu
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
10 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
10 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved