BI: Masih Banyak Perusahaan yang Belum Lakukan Hedging

Kamis, 16 Oktober 2014 - 17:54 WIB
BI: Masih Banyak Perusahaan...
BI: Masih Banyak Perusahaan yang Belum Lakukan Hedging
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, masih banyak perusahaan yang belum melakukan lindung nilai rupiah (hedging).

Saat ini bisa dikatakan perusahaan-perusahaan di Indonesia 60% dari transaksi valasnya tidak dilakukan hedging padahal perusahaan tersebut mempunyai resiko miss match dari nilai tukarnya.

"Hal ini saya rasa yang perlu disikapi masing-masing perusahaan itu. Tapi untuk nilainya kita enggak bisa sampaikan, itu akan kelihatan di masing-masing perusahaan," ujar dia di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (16/10/2014).

Namun, Agus membantah bahwa yang 60% dari transaksi valas yang diungkapkan itu, akan berimbas ke rupiah atau perekonomian Indonesia.

"Enggak-enggak, enggak seperti itu. Itu beda, yang ada adalah kalau perusahaan itu mempunyai posisi yang terbuka, itu yang bisa jadi lost. Tapi kalau seandainya mereka melakukan hedging dengan betul, itu bisa ada keseimbangan sehingga tidak terjadi suatu resiko nilai tukar yang berakibat terhadap kerugian perusahaan," ujar Agus.

Namun, lanjut dia, perusahaan-perusahaan yang akan membeli valas juga bisa melakukan transaksi lindung nilai, ini terkait dengan neracanya. Kalau tidak dilakukan lindung nilai oleh perusahaannya, maka laporan keuangannya akan menunjukkan kerugian, tapi kalau yang lakukan lindung nilai sesuai dengan kewajiban membayar itu bisa membuat perusahaan-perusahaan kecil melakukan pembelian dolar secara on the spot.

"Tapi secara kontrak ya, sehingga sudah bisa direncanakan jauh hari sebelumnya. Sehingga tidak menimbulkan tekanan permintaan dolar yang tinggi dan akibatnya terjadi stabilitas nilai tukar yang lebih terjaga," tandasnya.

(Baca: SOP Lindung Nilai Diharap Yakinkan Semua BUMN)
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Habitat Asli Harimau...
Habitat Asli Harimau Jawa yang Masih Terjaga hingga Saat Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved