Pegadaian Surabaya Genjot Program Emas

Senin, 20 Oktober 2014 - 17:26 WIB
Pegadaian Surabaya Genjot...
Pegadaian Surabaya Genjot Program Emas
A A A
SURABAYA - Menjelang akhir tahun, PT Pegadaian (Persero) Surabaya mulai menggenjot pendapatan. Sebab, hingga kini baru mencapai Rp70 miliar dari target omzet Rp300 miliar.

Untuk mendongkrak pendapatan, langkah awal yang dilakukan pegadaian adalah mempertajam program kemilau emas.

Program ini dikembangkan dengan memberikan penghargaan bagi nasabah yang melakukan transaksi sebesar Rp3 juta hingga Rp7 juta. Mereka akan mendapatkan minyak goreng, gula pasir, hingga sabun.

"Program ini diharapkan bisa mendongkrak pendapatan di Pegadaian," kata Pimpinan Cabang Pegdadaian Dinoyo Surabaya Agung Budiarto, Senin (20/10/2014).

Agung menuturkan, pendapatan yang diperoleh pegadaian sebesar Rp70 miliar, diperoleh dari emas sebesar 95% dan non emas sebesar 5%.

Non emas ini berupa sepeda motor, hanphone, dan laptop. Ada peningkatan gadai non emas, pihaknya saat ini menerima hingga 20 biji per hari.

Atas kondisi ini, target yang ditetapkan sebesar Rp300 juta akan tercapai sampai akhir tahun. Sebab, sesuai kebiasaan dalam tiga bulan terakhir banyak pemborong bangunan yang menggadaikan barangnya.

Nilai yang digadaikan pun tidak sedikit, tetapi sangat besar. "Sangat yakin tercapai. Kami optimis kok," ucapnya.

Selain itu, lanjut Agung, pihaknya juga membuat terobosan baru untuk mengenalkan pegadaian di masyarakat. Di antaranya 3 G, yakni grebeg, gruduk, dan gebrak pasar.

Bahkan, sosialisasi keberadaan program ke instansi, kelurahan, RT atau RW pun dilakukan. Cara ini akan mengenalkan keberadaan pegadaian beserta programnya.

Mereka akan melakukan kerja sama dengan Pegadaian. "Intinya kita ingin bermitra. Saya rasa masyarakat akan menerima kami," tegas Agung.

Sementara, pada 2014 Pegadaian Jatim menargetkan pendapatan sebesar Rp13 triliun, target akan tercapai.

"Kami mencatat pembukuan sebesar Rp6,2 triliun periode Januari-Juni 2014," kata Deputi Bisnis Surabaya I Hakim Setiawan.

Dia mengungkapkan, realisasi tersebut masih di bawah target yang seharusnya mencapai Rp6,5 triliun atau baru tercapai 47% pada semester pertama. Dari target hingga akhir tahun mencapai Rp13 triliun.

"Ada dua indiaktor yang menyebabkan tidak tercapainya target pembiayaan sepanjang semester pertama tahun ini. Pertama, masalah penebusan dan kedua produk emas," ungkap Hakim.

Program emas sebetulnya sudah berjalan, tetapi belum optimal. Banyak masyarakat di Surabaya dan sekitarnya yang belum memahami betul program kemilau emas.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan untuk Sektor Alih Daya, Pegadaian dan ABADI Kolaborasi Strategis
Cuan Gede Tanpa Potongan!...
Cuan Gede Tanpa Potongan! Investasi Emas di Pegadaian Bebas PPh 22
Sinergi Pegadaian dan...
Sinergi Pegadaian dan UI Lahirkan Ruang Kreatif untuk Masa Depan
Inovasi Emas Pegadaian...
Inovasi Emas Pegadaian Buahkan Hasil: Layanan Bank Emas Cetak Kinerja Gemilang
Daftar Harga Gadai BPKB...
Daftar Harga Gadai BPKB Motor di Pegadaian, Lengkap dengan Syarat dan Caranya
Rayakan HUT ke 120,...
Rayakan HUT ke 120, Pegadaian Fokus Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
7 jam yang lalu
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
8 jam yang lalu
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
8 jam yang lalu
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
8 jam yang lalu
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
8 jam yang lalu
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved