Wall Street Terkoreksi Dipicu Penembakan di Kanada

Kamis, 23 Oktober 2014 - 08:53 WIB
Wall Street Terkoreksi...
Wall Street Terkoreksi Dipicu Penembakan di Kanada
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat berakhir terkoreksi dipicu kekhawatiran imbas penembakan yang terjadi di parlemen Kanada.

Investor kaget dengan penembakan yang terjadi di gedung parlemen Kanada setelah negara itu menaikkan status kewaspadaan terorismenya dari rendah ke menengah. Saham Toronto langsung meresponnya, dengan anjlok 1,6%.

Sentimen negatif lainnya datang dari terkoreksinya saham Boeing dan Biogen serta melemahnya saham sektor energi seiring susutnya harga minyak dunia.

"Situasi dari Ottawa mendorong saham sedikit penurunan, tapi saya pikir itu dimulai dengan melemahnya harga minyak karena orang sangat peduli tentang pertumbuhan global," kata Kepala Strategi Ekonomi dan Investasi LPL Financial John Canally seperti dilansir dari Reuters, Kamis (23/10/2014).

Jika penembakan Ottawa terkait dengan terorisme dalam negeri, Canally menambahkan, itu akan memberikan tekanan yang lebih berat terhadap pasar saham di tengah melambatnya pertumbuhan global.

Melemahnya harga minyak dan insiden di parlemen Kanada mengimbangi positifnya sejumlah berita ekonomi. Harga konsumen Amerika Serikat naik 0,1% pada September karena biaya energi jatuh, memberikan gambaran turunnya inflasi, yang mampu memberikan ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga rendah.

Sementara saham Biogen Idec (BIIB.O) turun 5,4% menjadi USD309,07 setelah penjualan obat multiple sclerosis nya, Tecfidera, menurun jauh dari harapan tinggi.

Sedangkan saham Boeing Co (BA.N) anjlok 4,5% menjadi USD121,91 setelah melaporkan pendapatan yang lebih tinggi dari perkiraan, namun analis khawatir terhadap pembiayaan untuk pembelian armada 787 Dreamliner.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 153,49 poinatau 0,92% ke 16.461,32; indeks S&P 500 kehilangan 14,17 poin atau 0,73% ke 1.927,11; dan Nasdaq Composite turun 36,63 poin atau 0,83% ke 4.382,85.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
9 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
9 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
10 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
11 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved