Macet, Pengembang Tetap Lirik Kawasan Puncak Bogor
Jum'at, 24 Oktober 2014 - 10:31 WIB
Macet, Pengembang Tetap Lirik Kawasan Puncak Bogor
A
A
A
BOGOR - Kota Bogor saat ini mengalami pertumbuhan ekonomi. Meski menjadi salah satu kota termacet di Indonesia, namun bisnis properti di Bogor masih tumbuh subur.
Karena itu, pelaku atau pengembang investor masih terus melirik Bogor untuk mengembangkan sektor properti. Salah satunya di kawasan Puncak, Bogor yang akan dibangun kawasan hunian terpadu senilai Rp600 miliar oleh PT Perdana Gaapuraprima Tbk.
Proyek yang akan dibangun adalah Bhuvana Hotel and Residence. Proyek yang berlokasi di Jalan Raya Ciai, Gadog 487-Bogor ini memiliki luas lahan 21.000 meter persegi dengan total luas bangunan 75.102 meter
persegi.
Bangunan tersebut terdiri dari satu tower condotel, dua tower apartemen, vilatel, dan internasional convention hall.
"Bhuvana kelas bintang lima, dua tower residence limited unit eksklusif. Satu tower kondotel (hotel). Residencenya dua tower premium, ada tower eksklusif," ujar Marketing Director Rendy Pangau dalam rilisnya, Jumat (24/10/2014).
Tower kondotel atau tower Erlangga sebanyak 277 unit dijual dengan harga Rp550 juta pada 2013, namun kini harganya naik menjadi Rp900 juta dan akan menjadi Rp1,5 miliar.
Menurutnya, kondotel sifatnya investasi, untuk meningkatkan jumlah uang yang diinvestasikan. Bahkan uang yang diinvestasi sebesar Rp1 miliar akan balik dalam waktu 5-6 tahun, ditambah nilai aset properti yang terus naik.
"Orang Bogor enggak mau rumahnya kecil-kecil. Bogor macet kami melihatnya justru pertumbuhan terus berkembang, kami mencari lebih ke pinggir ibu kota Jakarta," paparnya.
Untuk apartemen, luasnya 50-140 meter persegi per unit lebih besar dari apartemen pada umumnya. Per unit mencapai 50 meter persegi seharga Rp2,5 miliar dan Rp8 miliar berupa penthouse.
"Hunian vertikal makin berkembang, karena itu meski tak banyak, landed house masih kami sediakan berupa vilatel 7 unit. Harganya mulai Rp7 miliar luasnya 150 meter persegi per unit dengan kolam renang," tandasnya.
Karena itu, pelaku atau pengembang investor masih terus melirik Bogor untuk mengembangkan sektor properti. Salah satunya di kawasan Puncak, Bogor yang akan dibangun kawasan hunian terpadu senilai Rp600 miliar oleh PT Perdana Gaapuraprima Tbk.
Proyek yang akan dibangun adalah Bhuvana Hotel and Residence. Proyek yang berlokasi di Jalan Raya Ciai, Gadog 487-Bogor ini memiliki luas lahan 21.000 meter persegi dengan total luas bangunan 75.102 meter
persegi.
Bangunan tersebut terdiri dari satu tower condotel, dua tower apartemen, vilatel, dan internasional convention hall.
"Bhuvana kelas bintang lima, dua tower residence limited unit eksklusif. Satu tower kondotel (hotel). Residencenya dua tower premium, ada tower eksklusif," ujar Marketing Director Rendy Pangau dalam rilisnya, Jumat (24/10/2014).
Tower kondotel atau tower Erlangga sebanyak 277 unit dijual dengan harga Rp550 juta pada 2013, namun kini harganya naik menjadi Rp900 juta dan akan menjadi Rp1,5 miliar.
Menurutnya, kondotel sifatnya investasi, untuk meningkatkan jumlah uang yang diinvestasikan. Bahkan uang yang diinvestasi sebesar Rp1 miliar akan balik dalam waktu 5-6 tahun, ditambah nilai aset properti yang terus naik.
"Orang Bogor enggak mau rumahnya kecil-kecil. Bogor macet kami melihatnya justru pertumbuhan terus berkembang, kami mencari lebih ke pinggir ibu kota Jakarta," paparnya.
Untuk apartemen, luasnya 50-140 meter persegi per unit lebih besar dari apartemen pada umumnya. Per unit mencapai 50 meter persegi seharga Rp2,5 miliar dan Rp8 miliar berupa penthouse.
"Hunian vertikal makin berkembang, karena itu meski tak banyak, landed house masih kami sediakan berupa vilatel 7 unit. Harganya mulai Rp7 miliar luasnya 150 meter persegi per unit dengan kolam renang," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :