AP II dan BPKP Banten Dinilai Tak Transparan

Kamis, 30 Oktober 2014 - 13:03 WIB
AP II dan BPKP Banten...
AP II dan BPKP Banten Dinilai Tak Transparan
A A A
JAKARTA - Pemeriksaaan (review) proses lelang proyek peningkatan kapasitas dan jaringan listrik (PKJL) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) senilai Rp920 miliar hingga kini belum jelas.

Evaluasi yang seharusnya menemukan titik terang terkait penanganan proyek itu justru sengaja didiamkan.

PT Angkasa Pura II (APII) sebelumnya telah mengirimkan surat permohonan kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memeriksa dan meneliti proses tender proyek itu. Anehnya, sampai saat ini belum ada tindak lanjut terhadap evaluasi proyek tersebut.

BPKP Provinsi Banten mengaku tidak menerima surat permohonan evaluasi dari otoritas Bandara Soetta. Padahal, surat tertangal 15 Oktober 2014 ditandatangi langsung Dirut PT AP II Tri S Sunoko.

Niat AP II untuk mengevaluasi proses lelang proyek itu dengan melibatkan tim BPKP seakan menjadi lips service lantaran tidak direspons pihak berkompeten.

Kasubag Umum BPKP Provinsi Banten Pranoto membenarkan bahwa pihaknya tidak menerima surat dari AP II. Ketika suratnya dicek ke Bagaian Pidana, surat tersbut juga tidak ditemukan.

Pihaknya hanya menyarankan agar wartawan menceknya ke BPKP pusat di Jalan Paramuka.

"Dari pembukuan yang kami punya tidak ada di sini surat masuk dari AP II. Bisa jadi suratnya ada di BPKP pusat. Kalau di sini suratnya tidak ada," kata Toto, Kamis (30/10/2014).

Pengakuan BPKP Banten ini bertolak belakang dengan penuturan dari Kepala Biro Hukum AP II Jaya Tahoma Sirait yang menyatakan telah mengirim surat ke BPKP Banten.

Aktifis Geram BUMN Afrasian Islami meminta AP II dan BPKP memberi perhatian khusus terhadap evaluasi proyek ini. Tim BPKP yang dilibatkan seharusnya sudah bekerja.

Apalagi, lanjut dia, proyek pengadaan listrik ini dinilai sangat vital karena bersentuhan dengan hajat hidup orang banyak.

"Baik AP II dan BPKP harus serius. Jangan main-main dengan proyek ini. Karena jika terjadi kesalahan atau persekongkolan, ini bisa berdampak kepada keselamatan orang banyak dan juga citra bandara Soetta," jelasnya.

(Baca: Proyek PKJL Bandara Soetta Diminta Dievaluasi)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengenal Perbedaan Angkasa...
Mengenal Perbedaan Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II
PT Angkasa Pura II Rumuskan...
PT Angkasa Pura II Rumuskan Protokol Antisipasi New Normal
PT Angkasa Pura II Catat...
PT Angkasa Pura II Catat Peningkatan Penumpang Pesawat 19%
Konsumsi Avtur Sumbagsel...
Konsumsi Avtur Sumbagsel Naik Seiring Bertambahnya Penerbangan
Kementerian BUMN Bakal...
Kementerian BUMN Bakal Gabung Angkasa Pura I dan II
Peduli UMKM, PT Angkasa...
Peduli UMKM, PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi Salurkan Bantuan Rp450 Juta
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
8 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
9 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
11 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
11 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved