Penjualan INDF Sembilan Bulan Tembus Rp50,39 T
Jum'at, 31 Oktober 2014 - 11:05 WIB
Penjualan INDF Sembilan Bulan Tembus Rp50,39 T
A
A
A
JAKARTA - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini membukukan penjualan bersih konsolidasi menembus Rp50,39 triliun, melonjak 22,1% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp41,28 triliun.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan, penjualan tersebut didorong pertumbuhan dari hampir seluruh kelompok usaha strategis serta penjualan dari grup budidaya dan pengolahan sayuran.
Grup produk konsumen bermerek (CBP), yang terdiri dari divisi mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus serta minuman mencatat pertumbuhan total penjualan sebesar 21,2%.
Grup Bogasari, agribisnis dan distribusi mencatat total penjualan masing-masing 7,5%, 10,6%, dan 9,5%. Sedangkan grup budidaya dan pengolahan sayur membukukan total penjualan sebesar Rp3,52 triliun.
"Grup CBP tetap merupakan kontributor terbesar terhadap penjualan bersih konsolidasi, sekitar 44%, diikuti grup Bogasari 24%, agribisnis 18%, distribusi dan budidaya pengolahan sayuran sama-sama 7%," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/10/2014).
Naiknya penjualan bersih perseroan selama sembilan bulan pertama tahun ini mendorong meningkatnya laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilk entitas induk sebesar 57,6% menjadi Rp3,03 triliun dari Rp1,92 triliun karena terkoreksinya nilai tukar mata uang asing.
Dia mengaku senang dengan positifnya capaian kinerja perusahaan hingga akhir September tahun ini di tengah kondisi ekonomi makro dalam negeri dan industri yang penuh tantangan.
"Kami akan terus memanfaatkan kekuatan model bisnis yang kami miliki untuk menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang," ujar dia.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan, penjualan tersebut didorong pertumbuhan dari hampir seluruh kelompok usaha strategis serta penjualan dari grup budidaya dan pengolahan sayuran.
Grup produk konsumen bermerek (CBP), yang terdiri dari divisi mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus serta minuman mencatat pertumbuhan total penjualan sebesar 21,2%.
Grup Bogasari, agribisnis dan distribusi mencatat total penjualan masing-masing 7,5%, 10,6%, dan 9,5%. Sedangkan grup budidaya dan pengolahan sayur membukukan total penjualan sebesar Rp3,52 triliun.
"Grup CBP tetap merupakan kontributor terbesar terhadap penjualan bersih konsolidasi, sekitar 44%, diikuti grup Bogasari 24%, agribisnis 18%, distribusi dan budidaya pengolahan sayuran sama-sama 7%," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/10/2014).
Naiknya penjualan bersih perseroan selama sembilan bulan pertama tahun ini mendorong meningkatnya laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilk entitas induk sebesar 57,6% menjadi Rp3,03 triliun dari Rp1,92 triliun karena terkoreksinya nilai tukar mata uang asing.
Dia mengaku senang dengan positifnya capaian kinerja perusahaan hingga akhir September tahun ini di tengah kondisi ekonomi makro dalam negeri dan industri yang penuh tantangan.
"Kami akan terus memanfaatkan kekuatan model bisnis yang kami miliki untuk menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang," ujar dia.
(rna)
Lihat Juga :