Pasar Obligasi Pekan Ini Diprediksi dalam Tren Positif

Senin, 03 November 2014 - 06:55 WIB
Pasar Obligasi Pekan...
Pasar Obligasi Pekan Ini Diprediksi dalam Tren Positif
A A A
JAKARTA - Laju pasar obligasi pada pekan ini diprediksi masih dalam tren positifnya karena didukung optimisme pelaku pasar terhadap pasar surat utang.

Reza Priyambada mengatakan, optimisme tersebut ditambah dengan pelaku pasar yang tidak terlalu terlihat khawatir berlebihan dengan akhir program stimulus The Fed.

"Hal itu telah diantisipasi dan bukan sentimen baru dilakukannya pemangkasan stimulus tersebut, sehingga tidak terjadi shock di pasar obligasi," kata dia, Senin (3/11/2014).

Karena itu, dia berharap bahwa rilis sejumlah data ekonomi makro Indonesia dapat lebih baik, sehingga dapat mempertahankan tren positif laju pasar obligasi.

Dia memperkirakan, jika kondisinya positif maka laju pasar obligasi dapat bergerak menguat dengan minimal perubahan harga obligasi rata-rata sebanyak 95-125 basis points (bps).

Namun sebaliknya, jika melemah maka harga obligasi akan kembali melanjutkan koreksi karena respon negatif pelaku pasar tersebut hingga minimal rata-rata 150-180 bps.

"Untuk itu, tetap cermati perubahan sentimen yang ada," pesan dia.

Sementara itu, pemerintah pada pekan ini akan kembali melakukan lelang Surat Utang Negara pada Selasa (4/111/2014). Jumlah indikatif yang dilelang sebesar Rp5 triliun, dengan seri
SPN12150206 (reopening) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada 6 Februari 2015.

Selain itu, seri SPN12151105 (new issuance) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada 5 November 2015; dan seri FR0070 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 8,375% dan jatuh tempo pada 15 Maret 2024.

Adapun variatifnya laju pasar obligasi pada pekan lalu tidak terlepas dari sentimen pasar, di mana laju rupiah yang juga bergerak variatif seiring respon pelaku pasar mulai dari jelang pertemuan FOMC hingga akhir pertemuan tersebut untuk mengetahui kebijakan selanjutnya dari The Fed.

Di sisi lain, meski kondisi politik diwarnai beberapa kegaduhan, namun tidak terlalu banyak berimbas pada laju pasar obligasi. Begitupun dengan keputusaan final The Fed untuk mengakhiri program stimulusnya di Oktober juga tidak banyak memberikan sentimen negatif.

Bahkan sepanjang pekan kemarin, terlihat terjadi peningkatan kepemilikan asing pada SUN yang menandakan tidak terjadinya sudden reversal maupun capital outflow signifikan keluar dari pasar obligasi seperti yang banyak dikhawatirkan jika dilakukannya pengakhiran stimulus The Fed.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PNM Dipercaya Terbitkan...
PNM Dipercaya Terbitkan Orange Bond di Indonesia
Perbandingan Obligasi...
Perbandingan Obligasi Syariah vs Konvensional: Prinsip, Imbal Hasil, dan Risikonya
Entitas BRPT Raih Peringkat...
Entitas BRPT Raih Peringkat Investment Grade untuk Green Bond
Polytama Propindo Tawarkan...
Polytama Propindo Tawarkan Kupon Obligasi 12%
Mengintip Kelebihan...
Mengintip Kelebihan Investasi Obligasi Pemerintah di Tengah Ancaman Resesi
BUMA Lunasi Sisa Obligasi...
BUMA Lunasi Sisa Obligasi 2026 Senilai USD212,25 Juta
Berita Terkini
Kunker ke Jatim, Komut...
Kunker ke Jatim, Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Keselamatan Kerja
12 menit yang lalu
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
29 menit yang lalu
Selat Hormuz Sempat...
Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
32 menit yang lalu
Dirut BPJS Kesehatan...
Dirut BPJS Kesehatan Ungkap JKN Dongkrak PDB Rp129 Triliun dan Serap 3,5 Juta Pekerja
56 menit yang lalu
Di Tengah Tren Trading,...
Di Tengah Tren Trading, Aplikasi Berizin dan Regulasi Kian Penting Lindungi Investor
1 jam yang lalu
MPIX Tunjuk Nurfaizi...
MPIX Tunjuk Nurfaizi Suwandi jadi Komisaris Independen, Pertegas Ekspansi ke Remitansi Pekerja Migran
2 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved