Pemerintah Terapkan Standar Pelayanan Minimum KA

Senin, 03 November 2014 - 20:37 WIB
Pemerintah Terapkan...
Pemerintah Terapkan Standar Pelayanan Minimum KA
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menerbitkan aturan yang mengatur mengenai Standar Pelayanan Minimum (SPM) kereta api (KA).

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 47 tahun 2014 tentang pelayanan minimum untuk angkutan orang dengan kereta api.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwiatmoko mengatakan, aturan tersebut melengkapi SPM yang telah diatur dalam Peraturan Menteri No 9 tahun 2011.

"Aturan ini melengkapi dari aturan yang ada sebelumnya, berupa penambahan empat butir baru antara lain pemberian kompensasi keterlambatan kedatangan bagi penumpang angkutan perkotaan dan angkutan antar kota serta pelatihan simulasi evakuasi dalam keadaan darurat kepada masyarakat," ujarnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/11/2014).

Selain itu, SPM di stasiun ditambahkan untuk fasilitas layanan penumpang, ruang boarding dan fasilitas kesehatan. Sementara untuk SPM di dalam perjalanan KA perkotaan maupun kereta api antar kota ditambahkan pengatur sirkulasi udara yang dilengkapi dengan alat pengukur suhu ruangan pada setiap kereta serta informasi petunjuk keselamatan dan evakuasi dalam keadaan darurat.

"Diharapkan berlakunya penerapan SPM ini masyarakat bisa lebih mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajibannya dalam memperoleh jasa layanan transportasi kereta api," ucapnya.

Kompensasi keterlambatan perjalanan berjadwal KA perkotaan akan ditanggung pihak operator dalam hal ini PT Kereta Api Indonesia (KAI), antara lain keterlambatan tiga puluh menit sampai dengan satu jam mendapatkan formulir informasi keterlambatan dari penyelenggara sarana.

Begitupun keterlambatan melebihi satu jam wajib diberikan pengembalian tiket 100% bagi penumpang yang membatalkan perjalanan.

Sementara, keterlambatan keberangkatan perjalanan terjadwal dari KA antar kota pada stasiun keberangkatan, maka setiap penumpang mendapatkan kompensasi yang terdiri atas keterlambatan lebih dari tiga jam wajib diberikan makanan dan minuman ringan.

Selanjutnya, lima jam setelah kompensasi pertama diberikan, maka kompensasi berikutnya berupa makanan maupun minuman kembali diberikan dengan kelipatan berlaku.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Hapus Monopoli Jasa...
Hapus Monopoli Jasa Kepelabuhanan, Ditjen Hubla Teken Perjanjian Konsesi dengan PT LIS
Persiapkan SDM Unggul,...
Persiapkan SDM Unggul, Kemenhub Kini Punya Program Studi Magister Terapan
Insiden Trigana Air...
Insiden Trigana Air di Bandara Sentani, Kemenhub Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Berita Terkini
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
49 menit yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
10 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved