Rupiah Berakhir di Level Rp12.110/USD
Selasa, 04 November 2014 - 16:36 WIB
Rupiah Berakhir di Level Rp12.110/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) perdagangan hari ini ditutup tidak banyak bergerak dari penutupan sebelumnya di tengah kembali terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini pada level Rp12.110 per USD. Posisi tersebut mendatar dengan penutupan Senin (3/11/2014) di level Rp12.109 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.135 per USD Adapun posisi rupiah terlemah di level Rp12.151 per USD dan terkuat di level Rp12.100 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp12.116 per USD, dengan kisaran harian Rp12.105-Rp12.172 per USD. Posisi tersebut memburuk 6 poin dibanding penutupan hari sebelumnya Rp12.110 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp12.118 per USD. Posisi ini melemah 5 poin dibanding sebelumnya di level Rp12.113 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.130 per USD. Posisi ini melemah 25 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.105 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, membaiknya atau meningkatnya data manufaktur di Amerika Serikat (AS) mendorong penguatan USD terhadap rupiah.
"Namun pemerintah yang mengadakan lelang SUN hari ini dengan target awal Rp5 triliun dan diperkirakan akan menjadi lelang terakhir tahun ini memberikan sentimen positif terhadap nilai tukar rupiah," kata dia, Selasa (4/11/2014).
Sementara IHSG hari ini ditutup melanjutkan koreksi di tengah variatifnya bursa Asia dan tekanan jual asing. IHSG tergerus 14,57 poin atau 0,29% ke level 5.070,94.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,82 triliun dengan 4,33 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp203,99 miliar. Tercatat 128 saham naik, 169 saham melemah dan 101 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini pada level Rp12.110 per USD. Posisi tersebut mendatar dengan penutupan Senin (3/11/2014) di level Rp12.109 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.135 per USD Adapun posisi rupiah terlemah di level Rp12.151 per USD dan terkuat di level Rp12.100 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp12.116 per USD, dengan kisaran harian Rp12.105-Rp12.172 per USD. Posisi tersebut memburuk 6 poin dibanding penutupan hari sebelumnya Rp12.110 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp12.118 per USD. Posisi ini melemah 5 poin dibanding sebelumnya di level Rp12.113 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.130 per USD. Posisi ini melemah 25 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.105 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, membaiknya atau meningkatnya data manufaktur di Amerika Serikat (AS) mendorong penguatan USD terhadap rupiah.
"Namun pemerintah yang mengadakan lelang SUN hari ini dengan target awal Rp5 triliun dan diperkirakan akan menjadi lelang terakhir tahun ini memberikan sentimen positif terhadap nilai tukar rupiah," kata dia, Selasa (4/11/2014).
Sementara IHSG hari ini ditutup melanjutkan koreksi di tengah variatifnya bursa Asia dan tekanan jual asing. IHSG tergerus 14,57 poin atau 0,29% ke level 5.070,94.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,82 triliun dengan 4,33 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp203,99 miliar. Tercatat 128 saham naik, 169 saham melemah dan 101 saham stagnan.
(rna)