Dituding Menghambat, Menteri ESDM Copot Dirjen Migas

Rabu, 05 November 2014 - 13:08 WIB
Dituding Menghambat,...
Dituding Menghambat, Menteri ESDM Copot Dirjen Migas
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mencopot Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Edy Hermantoro dari jabatannya.

Menurut Sudirman, pencopotan jabatan Edy atas hasil laporan Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) yang menyebutkan banyak program nasional migas terhambat di bawah kepemimpinan Edy Hermantoro. “Saya tidak ingin menghakimi di depan pers. Saya tidak ingin menjelaskan tapi ini sesuatu yang objektif, atas laporan UKP4 banyak yang terhambat,” kata dia di Jakarta kemarin.

Sudirman menjelaskan, hambatan tersebut berimbas besar terhadap keberlangsungan sektor industri nasional. Dia juga mengatakan, dicopotnya Edy sebagai Dirjen Migas merupakan komitmen pemerintah dalam menyelesaikan sumbatan- sumbatan yang menghambat di sektor migas.

“Pak Jokowi memberikan uraian bahwa ke depan akan masuk ke hal-hal yang mendasar, termasuk bagaimana migas lebih baik,” kata dia. Terkait pengganti dirjen migas, Menteri ESDM telah menunjuk Direktur Hulu Minyak dan Gas Bumi Dirjen Migas Kementerian ESDM Naryanto Wagimin. “Saya hari ini menandatangani SK pengangkatan Plt Dirjen Migas. Insinyur Naryanto Wagimin meneruskan tugas Edy Hermantoro. Untuk pejabat definitifnya, nanti ditunjuk Presiden,” tegas dia.

Di tempat yang sama, Naryanto Wagimin mengaku, hingga saat ini belum menerima SK penunjukannya sebagai Plt Dirjen Migas. “Saya belum terima SK-nya,” kata dia. Namun, Naryanto mengatakan bahwa hal yang memperlambat proses-proses di sektor migas harus segera diselesaikan. Misalnya, perpanjangankontrak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam lima tahun ke depan yang berpotensi meningkatkan produksi migas nasional.

“Lima tahun ke depan ada 20 KKKS perpanjangan kontrak dan itu harus diselesaikan karena ada potensi produksi gas 30% dan minyak 20% harus ada kepastian,” kata dia. Tidak hanya itu, Naryanto menyebut, pembangunan kilang bahan bakar minyak (BBM) juga harus segera diselesaikan karena terkait impor BBM yang semakin lama semakin besar membebani Anggaran Pendapatan dan BelanjaNegara (APBN) danproduksi minyak yang terus merosot.

Nanang wijayanto
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved