Kinerja Ekspor Kepri Mulai Pulih

Jum'at, 07 November 2014 - 02:12 WIB
Kinerja Ekspor Kepri...
Kinerja Ekspor Kepri Mulai Pulih
A A A
BATAM - Kinerja ekspor Kepulauan Riau (Kepri) yang diyakini pulih dengan menunjukkan geliat positif pada kuartal III/2014 terbukti mengalami penguatan pada September 2014.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mengumumkan pertumbuhan ekspor Kepri tumbuh 1,18% (YoY) dibandingkan periode Januari-September 2013. Nilai ekspornya juga tercatat menjadi sebesar USD11,875 juta dari USD11,736 juta.

Kinerja ekspor Kepri pada September juga tumbuh 18,27% jika dibandingkan kinerja ekspor pada Agustus. Pada September, nilai ekspor Kepri mencapai USD1,371 juta, setelah pada Agustus hanya sebesar USD1,159 juta.

Kenaikan nilai ekspor September 2014 disebabkan oleh naiknya ekspor komoditi migas sebesar 15,33% dan non-migas naik 20,25%.

Dari total nilai ekspor sebanyak USD1,371 juta , USD536 juta disumbang dari sektor migas dan USD835,11 juta lainnya dari non-migas.

Nilai ekspor Kepri September 2014 terbesar melalui Pelabuhan Udang Natuna yang mencapai USD351,36 juta, kemudian diikuti Pelabuhan Batu Ampar Batam USD329,68 juta, Pelabuhan Sekupang Batam USD209,97 juta, Pelabuhan Kabil USD191,69 juta, dan Pelabuhan Belakang Padang USD184,67 juta, dengan kontribusi kelimanya mencapai 92,40%.

Dari keseluruhan, ekspor paling banyak ke Singapura dengan nilai USD786,28 juta atau berkontribusi sekitar 57,32%, kemudian Australia sebanyak USD164,46 juta, Malaysia USD64,33 juta, Amerika Serikat USD53,30 juta, Tiongkok USD39,73 juta, Korea Selatan USD37,40 juta, Spanyol USD32,83 juta, Jepang USD23,26 juta, Perancis USD22,49 juta dan Belanda USD16,28 juta.

Data BPS juga menyebutkan ekspor non-migas HS 2 dijit terbesar September 2014 adalah golongan barang mesin/peralatan listrik sebesar USD259,24 juta, peranannya terhadap ekspor non-migas sebesar 31,04%.

Kemudian golongan barang mesin/pesawat mekanik (HS 84) sebesar USD157,12 juta, benda-benda dari besi dan baja (HS 73) sebesar USD90,90 juta, minyak dan lemak hewan/nabati (HS 15) sebesar USD53,38 juta, berbagai produk kimia (HS 38) sebesar USD39,49 juta, timah (HS 80) sebesar USD37,59 juta dolar, perangkat optik (HS 90) sebesar USD33,75 juta, cokelat (HS 18) sebesar USD26,61 juta, kendaraan dan bagiannya (HS 87) sebesar USD18,88 juta serta golongan kapal laut (HS 89) sebesar USD15,46 juta.

Sementara itu, dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional BI Kepri, kinerja ekspor diperkirakan terdorong positif pada triwulan III/2014, setelah pada triwulan II masih mencatatkan pertumbuhan negatif dengan terkoreksi 2,60%. Bahkan pada triwulan I/2014 kinerja ekspor terkoreksi lebih dalam yakni negatif 4,32%.

Kepala BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra dalam laporannya mengatakan, pemulihan ekonomi global khususnya negara-negara maju menyebabkan mendorong permintaan ekspor.

"Pemulihan ekonomi negara-negara maju, akan berdampak terhadap peningkatan permintaan ekspor ke negara-negara ASEAN, dan selanjutnya akan turut mendorong ekspor Kepulauan
Riau," paparnya.

Gusti juga menjelaskan net ekspor diprakirakan tumbuh menguat pada triwulan III 2014, terutama ditopang oleh pertumbuhan ekspor produk dari besi dan baja dan elektronik.

Peningkatan aktivitas pengeboran minyak dan gas di Australia dalam beberapa tahun terakhir turut mendorong kinerja industri besi dan baja Kepri, yang mendapatkan beberapa kontrak proyek pengerjaan pipa/konstruksi terapung untuk pengeboran minyak dan gas Australia. Ke depan, kegiatan pengeboran migas Australia diyakini masih akan meningkat.

Melalui survei liaison diperoleh informasi bahwa beberapa perusahaan besi dan baja di Kepulauan Riau masih mengerjakan proyek pesanan dari Australia. Searah dengan prakiraan tersebut, hasil SKDU pada sektor industri pengolahan juga menunjukkan optimisme pelaku usaha bahwa realisasi kegiatan usaha akan lebih tinggi pada triwulan ketiga dibanding triwulan kedua.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
1 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
3 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved