Jenang Impor Potensi Gerus Pasar Domestik

Rabu, 12 November 2014 - 18:10 WIB
Jenang Impor Potensi...
Jenang Impor Potensi Gerus Pasar Domestik
A A A
KUDUS - Produk jenang, dodol atau yang sejenis dari luar negeri berpotensi menggerus pasar domestik yang selama ini dikuasai oleh produsen lokal. Ancaman ini muncul seiring berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015.

Ada sejumlah negara di kawasan ASEAN yang memiliki produk serupa jenang, dodol atau yang sejenis dengan buatan dalam negeri. Di Malaysia misalnya ada Jenang Malaka, sedang di Thailand terdapat Kamalea yang dominan dengan varian rasa durian. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari Durian Monthong asal Negeri Gajah Putih yang memang sudah dikenal di berbagai belahan dunia.

Komisaris Mubarookfood Cipta Delicia yang ada di Kudus, Jawa Tengah Muhammad Mufid mengatakan, pemberlakuan MEA tahun depan memang bisa menjadi peluang namun juga ancaman.

Menjadi peluang karena seiring kebijakan tersebut, maka produk asal Indonesia bisa menembus pasar ASEAN dengan lebih leluasa. Namun sebaliknya juga menjadi ancaman karena produk dari berbagai negara ASEAN juga akan lebih membanjiri pasar domestik.

Tak terkecuali pasar jenang, dodol atau sejenis yang selama ini diisi oleh produk-produk dari produsen lokal. Seperti Jenang Kudus Mubarok, Dodol Garut dan lain sebagainya.

“Penduduk ASEAN itu sekitar 600 juta jiwa jadi pasar yang sangat besar dan prospektif. Tinggal bagaimana kita menilainya. Kita harus terus bersiap karena MEA sudah di depan mata,” kata Mufid di sela-sela menerima rombongan Temu 5 S Nasional dan Internasional PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk di Mubarokfood Cipta Delicia Kudus, Rabu (12/11/2014).

Terkait hal itu, menurut Mufid harus dilakukan penguatan di berbagai bidang. Mulai dari sektor internal hingga eksternal. Tak kalah pentingnya penguatan konsep 5 S (sisih, susun, sasab, susuh dan suluh) yang diadopsi dari Negara Jepang dan sejauh ini sudah terbukti mampu meningkatkan meningkatkan produktivitas perusahaan.

“Jangan salah faktor internal juga sangat berpengaruh pada daya saing perusahaan. Yang pasti produk kita juga harus mampu bersaing dengan buatan negara lain,” tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri F&B Melaju...
Industri F&B Melaju Pesat, LNK Jawab Tantangan Lewat Fasilitas Inovatif
Kinerja Industri Minuman...
Kinerja Industri Minuman Tahun 2023 Serta Peluang dan Tantangan di Tahun 2024
Industri Makanan dan...
Industri Makanan dan Minuman Indonesia: Melaju Pesat, Siap Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional
Industri Makanan dan...
Industri Makanan dan Minuman Lakukan Inovasi Antisipasi Pandemi
Industri Makanan dan...
Industri Makanan dan Minuman 'Dimasak' Menuju Transformasi Digital
25 Tahun Berkiprah,...
25 Tahun Berkiprah, Foodex Fokus Kembangkan Cita Rasa Nusantara
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
2 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
2 jam yang lalu
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
3 jam yang lalu
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
4 jam yang lalu
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
4 jam yang lalu
Infografis
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved