Tujuh Poin Permasalahan Penerbangan Nasional

Kamis, 13 November 2014 - 19:35 WIB
Tujuh Poin Permasalahan...
Tujuh Poin Permasalahan Penerbangan Nasional
A A A
JAKARTA - Indonesian National Air Carrier Association (INACA) berupaya meningkatkan daya saing penerbangan nasional dengan merekomendasikan tujuh poin permasalahan di dunia kedirgantaraan.

Ketua Umum INACA, Arief Wibowo mengatakan, tujuh pokok masalah tersebut meliputi sektor regulasi, infrastruktur dan aspek komersialisasi dalam dunia penerbangan.

"Tujuh pokok poin ini sudah kami sampaikan untuk diselesaikan bersama-sama antara dunia usaha penerbangan bersama pemerintah. Pak Menteri Perhubungan Ignasius Jonan juga berjanji akan mendukung penuh dunia usaha penerbangan nasional," ujarnya, Kamis (13/11/2014).

"Pak Menteri bilang bahwa pemerintah tidak akan mencampuri bisnis usaha penerbangan swasta dan hanya konsen bidang regulasi," ujarnya.

Tujuh pokok poin yang harus diselesaikan tersebut, pertama, perlunya menaikkan kelas dalam hal safety dari kategori dua menjadi kategori satu dalam standar The Federal Aviation Administration (FAA). Hal ini dilakukan untuk menurunkan country safety risk yang pada akhirnya berimplikasi terhadap penurunan biaya asuransi pesawat.

Kedua, soal penataan bandara agar terbentuk intekonektivitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang efektif, baik dalam hal pengaturan pungutan tambahan yang tidak relevan dalam bandara, sehingga tetap berdasar pada standar International Civil Aviation Organization (ICAO 9082) yang tercakup dalam airport tax.

Ketiga, penurunan terhadap struktur biaya avtur Indonesia yang masih tergolong tinggi dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN.

Keempat, Kebijakan 0% untuk bea masuk komponen pesawat, mengingat sudah adanya surat keputusan menteri keuangan mengenai hal tersebut yang implementasinya belum baik.

Kelima, perlu kebijakan pro pasar yang selektif guna melindungi kepentingan konsumen sekaligus melindungi bisnis maskapai penerbangan selaku operator angkutan udara sesuai Undang-undang (UU) Penerbangan.

Keenam, perlunya regulasi yang memenuhi kebutuhan sumber daya manusia antara lain pilot, instruktur, inspektur mekanik. Hal tersebut mendesak seiring perkembangan teknologi dan jenis pesawat yang kian canggih.

Ketujuh, pemerintah diminta memperhatikan penerbangan tidak berjadwal atau carter dengan ditetapkannya Fixed Based Operation (FBO) untuk setiap penerbangan carter setiap bandara disamping perlunya regulasi penerbangan malam untuk helikopter.

Arief berharap tujuh poin yang disampaikan kepada pemerintah bisa menghasilkan formula dalam menciptakan atmosfir bisnis penerbangan yang kuat dan berdaya saing global.

"Saya kira ini waktu yang tepat untuk menyampaikan dan mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi dunia penerbangan nasional saat ini. Dan kami optimis pemerintah bersama swasta penerbangan bisa menghasilkan solusi bersama," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
INACA Apresiasi Kebijakan...
INACA Apresiasi Kebijakan Kenaikan Tiket Pesawat Terkait PSBB
Okupansi Naik, INACA...
Okupansi Naik, INACA Harap Operator Maskapai dan Bandara Patuhi Protokol Covid-19
INACA Minta Maskapai...
INACA Minta Maskapai Pastikan Calon Penumpang Penuhi Syarat
Masuki New Normal, INACA:...
Masuki New Normal, INACA: Belum Ada Perubahan Protokol di Sektor Penerbangan
Cerita Industri Penerbangan...
Cerita Industri Penerbangan RI Digerogoti Pandemi, Sempat Kehilangan 60 Juta Penumpang
Animo Naik Pesawat Meningkat,...
Animo Naik Pesawat Meningkat, Maskapai Gencar Tebar Tiket Promo
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved