IHSG Diproyeksi pada Kisaran 4.693-5.103
Selasa, 18 November 2014 - 08:29 WIB
IHSG Diproyeksi pada Kisaran 4.693-5.103
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan dan bergerak pada support 4.963 dan resistance 5.103.
"IHSG hari ini akan bergerak menguat," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Selasa (18/11/2014).
Dia menuturkan, IHSG sendiri masih diperdagangkan diatas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat tipis ke level 5.053.
Sementara sentimen dari luar cenderung mendatar. Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak mendatar (flat) seiring kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global. Penguatan diapresiasi oleh kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,07% dan indeks
S&P500 sebesar 0,07%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh ketegangan politik di Hong Kong yang mulai mereda. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 1,82% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat 0,72%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak variatif (mixed). Harga minyak mentah WTI turun 0,30% ke level USD75,41 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,10% ke posisi USD1.184,70 per ons troi.
Dari dalam negeri, Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebesar Rp2.000 per liter mulai 18 November 2014.
Dengan adanya kenaikan harga tersebut akan ada penghematan anggaran subsidi Rp100 triliun lebih. Pemerintah akan mengalihkan subsidi dari sektor konsumtif ke produktif, seperti pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial dan pengembangan sektor maritim.
Dengan adanya kenaikan harga BBM bersubsidi, pemerintah memperkirakan akan ada kenaikan inflasi sebesar 2%, sehingga estimasi inflasi di tahun 2014 diperkirakan sebesar 7,3%, dari sebelumnya adanya kenaikan BBM bersusbsidi sebesar 5,3%.
Kenaikan inflasi juga masih akan dirasakan pada awal tahun 2015, namun nilainya tidak sebesar akhir tahun ini.
"IHSG hari ini akan bergerak menguat," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Selasa (18/11/2014).
Dia menuturkan, IHSG sendiri masih diperdagangkan diatas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat tipis ke level 5.053.
Sementara sentimen dari luar cenderung mendatar. Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak mendatar (flat) seiring kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global. Penguatan diapresiasi oleh kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,07% dan indeks
S&P500 sebesar 0,07%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh ketegangan politik di Hong Kong yang mulai mereda. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 1,82% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat 0,72%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak variatif (mixed). Harga minyak mentah WTI turun 0,30% ke level USD75,41 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,10% ke posisi USD1.184,70 per ons troi.
Dari dalam negeri, Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebesar Rp2.000 per liter mulai 18 November 2014.
Dengan adanya kenaikan harga tersebut akan ada penghematan anggaran subsidi Rp100 triliun lebih. Pemerintah akan mengalihkan subsidi dari sektor konsumtif ke produktif, seperti pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial dan pengembangan sektor maritim.
Dengan adanya kenaikan harga BBM bersubsidi, pemerintah memperkirakan akan ada kenaikan inflasi sebesar 2%, sehingga estimasi inflasi di tahun 2014 diperkirakan sebesar 7,3%, dari sebelumnya adanya kenaikan BBM bersusbsidi sebesar 5,3%.
Kenaikan inflasi juga masih akan dirasakan pada awal tahun 2015, namun nilainya tidak sebesar akhir tahun ini.
(rna)
Lihat Juga :